30 November 2009 - 07:29 (Diposting oleh: redaksi)
PENYERAHAN ANUGERAH LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD-2009
SEDERHANA TAPI PENUH MAKNA
Sederhana tapi penuh makna! Barangkali kalimat tersebut yang paling tepat untuk melukiskan situasi acara penyerahan anugerah LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD bagi para pemenang LMCR-2009. Bertempat di PDS HB Jassin Komplek TIM, para tamu hadir dengan penuh semangat, walau hujan cukup deras. Maka, acara yang digelar Rabu, 25 November 2009, dari pukul 09.00-14.00 ini, begitu penuh makna. Bahkan, juga mengharukan.
Betapa tidak? Tamu yang hadir melebih kursi yang disediakan panitia. Mereka ini tidak hanya para pemenang LMCR-2009 dan para pendampingnya dari wilayah Jabobatek, akan tetapi ada yang datang dari Yogyakarta, Magelang, Bandung, Sukabumi, Binjai, Pekanbaru, Padang, Bali dan Lombok. Mereka tidak hanya meluangkan waktu akan tetapi juga mengeluarkan uang untuk transportasi dan akomodasi.
“Bagi saya, menjadi salah seorang pemenang LMCR-2009 merupakan suatu kehormatan dan sekaligus prestasi yag luar biasa.. Itulah makanya saya mau datang dengan biaya sendiri,” kata Tomson Panjaitan, S.Pd, seorang guru SMP dari Binjai, dengan mata berbinar.
Hal serupa juga dikatakan oleh Bambang Kariyawan YS, guru sosiologi SMA Cendana Pekanbaru. Bagi Bambang yang tekun melakukan penelitian budaya lokal di mana ia tinggal, tahun ini merupakan kemenangannya yang ke dua di ajang LMCR. Tahun lalu ia menulis cerita mengenai kehidupan Anak Air Asin, pada LMCR-2009 ia bercerita mengenai adat Ketobung. Matanya yang hitam tajam tampak berkaca-kaca ketika naik ke panggung, untuk menerima buku kumpulan cerpen (kumcer) Mencari Wajah Ibu – karya beberapa pemenang LMCR-2009, yang diserahkan Sides Sudyarto DS – Ketua Yayasan Rayakultura. Salah satu isi kumcer tersebut, adalah karya Bambang Kariyawan YS.
Tomson dan Bambang merupakan pemenang LMCR-2009 Kategori C. Pemenang I, II dan II LMCR-2009 Kategori B semua hadir. Mereka itu; Vanessa Martida dari SMAN I Denpasar Bali, Disti Utami Resdiaputri dari SMAN I Jampangkulon Kab. Sukabumi dan Apriliani Indri Hapsari dari SMAN I Magelang. Ketiga gadis remaja ini tak henti-hentinya tersenyum bahagia saat mengikuti acara. Bahkan Vanessa dengan penuh percaya diri naik ke panggung memberikan kritik demikian, “Acara penyerahan Anugerah LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD 2009 ini sangat bagus, mengesankan, tapi sayangnya ..tempatnya sempit. Sehingga tamu yang diundang terbatas. Saya berharap, tahun-tahun mendatang diadakan di tempat yang lebih luas agar tamu tidak perlu dibatasi.”
Kritik Vanessa yang positif itu mendapat tepuk tangan para tamu dan ditanggapi Naning Pranoto – Ketua Panitia LMCR-2009. “Memang, tempat di PDS HB Jassin ini sempati, tetapi penuh makna. Karena, tempat ini merupakan satu-satunya dokumentasi sastra di Indonesia yang didirikan almarhum yang terhormat Bapak HB. Jassin. LMCR yang diselenggarakan oleh PT ROHTO Laboratories Indonesia, melahirkan sastrawan dan sastrawati. Maka, sungguh tepat mereka lahir di sini…di tempat ini!”
Pemenang I LMCR-2009 Kategori A – Elfi Husniawati dari SMPN I Ponjong Gunung Kidul juga hadir. Demikian pula Pemenang III – Diandra Safira Hasan dari SMP Global Mandiri Cibubur Jakarta Timur. Sayangnya, kedua gadis ini tampak malu-malu ketika diminta naik ke panggung untuk memberikan kritik. Yang maju justru Alizar Tanjung pemenang Kategori C dari Universitas Negeri Padang. Mahasiswa yang kreatif ini dengan penuh semangat dibalut senyuman mengatakan, “Saya puas walau hanya sebagai pemenang harapan. Karena, saya telah membuktikan diri mampu berekspresi melalui cerpen saya berjudul Empat Kuburan Dalam Lukisan. Sebelum mengikuti LMCR-2009, saya ikut creative writing workshop waktu Bu Naning Pranoto roadshow ke Padang. Workshop itu membuat saya benar-benar tertantang!”
Ternyata, yang tertantang mengirimkan karyanya ke LMCR setelah mengikuti creative writing workshop (CWW) yang dipandu Naning Pranoto tidak hanya Alizae Tanjung. Akan tetapi juga dialami oleh para pemenang LMCR-2009, misalnya Iman Makmur (Pemenang Harapan Utama LMCR-2009) dan para guru dari Lombok, Bantul, Sukoharjo, Pontianak, Sekayu dan Bandung.
Halaman: [ 1 ] 2  
|