ANALISIS ASPEK PSIKOLOGIS TOKOH LASIYEM DALAM NOVEL MUSIM SEMI LUPA SINGGAH DI SHIZI KARYA NANING PRANOTO

Analisis Oleh : SUGENG RIANTO

Karya sastra sebenarnya tidak dapat dilepaskan sama sekali dari pengarangnya, sebab di antara keduanya terdapat “hubungan kausalitas” (Aminuddin, 1990:93), yakni sebagai hasil kreativitas pengarangnya, karya sastra tidak akan mungkin lahir tanpa ada penulis sebagai penuturnya.

Sebagai manusia yang hidup dan berinteraksi dengan sesamanya, sang pengarang dengan bermodalkan kepekaan jiwa yang dalam senantiasa mencecap melalui pengamatan dan penghayatan terhadap masalah kemanusian dan kehidupan ini. Kemampuan menangkap gejala-gejala kejiwaan dari orang lain, oleh pengarang kemudian diolah dan diendapkan serta diekspresikan dalam proses kreatif cipta sastra sehingga lahirlah karya sastra sebagai buah kontemplatif sang pengarang. Dengan demikian, pengalaman kejiwaan yang semula mengendap dalam jiwa pengarang telah beralih menjadi suatu master piece cipta sastra yang terproyeksikan lewat ciri-ciri kejiwaan para tokoh imajinernya. Tokoh dalam “dunia baru”, dunia rekaan sang pengarang.

Sastra sebagai “gejala-kejiwaan” yang di dalamnya terkandung fenomena-fenomena kejiwaan yang menampak lewat perilaku tokoh-tokohnya, dengan demikian karya sastra (teks sastra) dapat didekati dengan menggunakan pendekatan psikologi Roekhan (dalam Aminuddin, 1990:93). Sesuai perkembangannya, pendekatan tekstual dalam psikologi sastra dewasa ini tidak hanya bertumpu pada pendekatan psikologi dalam. Tetapi juga memungkinkan dilakukan dengan pendekatan psikologi yang lain seperti pendekatan behavioral yang berpijak pada anggapan bahwa kepribadian manusia adalah hasil bentukan dari lingkungan tempat ia berada, termasuk rentetan peristiwa yang membentuknya. Pendekatan psikologi behavioral ini mengabaikan anggapan psikologi kognitif yang beranggapan bahwa faktor pembawaan sejak lahirlah yang membentuk kepribadian manusia.

Kompleksitas unsur-unsur yang terdapat dalam karya sastra, hal ini menuntut kepada kita berkaitan kajian sastra agar memiliki suatu kepekaan emosi atau perasaan dalam menikmati unsur-unsur keindahan cipta sastra; wawasan pengetahuan dan pengalaman yang luas terhadap masalah kehidupan dan kemanusiaan baik lewat penghayatan secara intensif-kontemplatif maupun dengan membaca berbagai literatur humanitas; pemahaman terhadap aspek kebahasaan; serta pemahaman terhadap unsur-unsur intrinsik cipta sastra yang berhubungan dengan telaah teori sastra.

Jika Horace (Depdiknas, 2005ca:79) menganggap sastra adalah dulce et utile, menyenangkan dan berguna karena dari pernyataannya tersirat makna bahwa sastra bisa berfungsi sebagai sarana “rekreatif” dan untuk pengajaran moral kepada manusia; apalagi juga ditegaskan oleh Jakob Sumardjo dan Saini K.M. bahwa dengan terlibatnya manusia ke dalam karya sastra dapat menolong seseorang menjadi mansia yang berbudaya (cultured man), yakni manusia yang responsif terhadap hal-hal yang luhur dalam hidup ini serta senantiasa mencari nilai-nilai kebenaran; maka berangkat dari upaya menangkap salah satu unsur dalam kandungan karya sastra yaitu lewat telaah tokoh dan penokohan tekstual sastra dengan pendekatan psikologi behavioral inilah dilakukan penelitian yang diberi judul Analisis Aspek Psikologis Tokoh Lasiyem dalam Novel Musim Semi Lupa Singgah di Shizi karya Naning Pranoto.

Selengkapnya: http://gurusenbud.wordpress.com/2011/05/20/analisis-aspek-psikologis-tokoh-lasiyem-dalam-novel-musim-semi-lupa-singgah-di-shizi-karya-naning-pranoto-analisis-oleh-sugeng-rianto-2/

Comments

comments