Books

BUKU TENTANG TERAPI MENULIS

Oleh Dodi Mawardi

Buku ini menarik. Saya ringkaskan untuk Anda.

Sebelumnya, kita kupas sedikit tentang kata terapi. Dalam KBBI, terapi berarti upaya pemulihan kesehatan seseorang dari suatu penyakit. Terdapat cukup banyak terapi yang tercantum dalam kamus. Misal, terapi bahasa. Upaya memulihkan seseorang yang bermasalah dalam berbicara atau berbahasa. Begitu kata KBBI.

Sayang sekali, dalam kamus itu tidak ada makna terapi menulis. Yang ada terapi kejut, terapi listrik, terapi pijat, dan lainnya dengan makna beragam. Beda dengan terapi bahasa. Terapi listrik, bukan upaya pemulihan orang yang bermasalah dengan listrik, tapi metode pemulihan atau pengobatan menggunakan aliran listrik.

Lalu apa makna terapi menulis dalam buku karya Naning Pranoto ini? Saya berharap maknanya adalah upaya pemulihan seseorang yang bermasalah dalam menulis, karena banyak sahabat saya bermasalah dalam menulis hehe. Ternyata bukan. Terapi menulis adalah terapi menggunakan metode menulis.

Terapi menulis pertama kali diperkenalkan oleh James Pennebaker, seorang ahli di Amerika Serikat pada awal 1980-an. Sudah cukup lama ya. Saya sudah baca e-book yang mengupas penjelasan lengkap Pennebaker tentang terapi menulis. Membaca buku Terapi Menulis ini semakin jelas dan gamblang tentang metode keren ini. Beberapa gangguan kesehatan, terutama mental, dapat disembuhkan melalui metode terapi menulis. Sudah terbukti.

Salah satu yang menarik dari buku ini adalah penjelasan langkah demi langkah terapi menulis. Cukup detail. Menurut Pennebaker seperti yang dikutip Bu Naning Pranoto (beliau guru menulis saya), terapi menulis akan efektif jika menulis menggunakan tangan dan pena serta di atas kertas bergaris. Bukan mengetik pakai mesin tik, apalagi komputer atau laptop. Kurang berdampak.

BACA :   HERStory, Perjalanan Sejarah Payudara

Walau demikian, saya tetap menggunakan smartphone atau laptop setiap kali menulis. Efek terapinya mungkin tak sebesar pena. Rasa dan jiwa saya selalu terbebaskan dari belenggu, setiap kali selesai menulis. Apalagi kalau pakai pena dan kertas bergaris ya…

Dalam kondisi mental kita yang sedang WfH atau WaH, terapi menulis ini cukup menarik juga untuk dipraktikkan. Jika Anda stres atau kesal atau bosan, siapkan saja buku bergaris seperti buku tulis anak SD dan pena. Segera keluarkan segala rasa dan unek-unek. Satu, dua, atau tiga bulan WFH akan menghasilkan kumpulan tulisan emosional yang menarik. Mental terobati, sekaligus ada peluang baru setelahnya. Siapa tahu begitu virus Covid reda, ada penerbit yang tertarik membukukannya.

Comments

comments

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Check Also

Close
Back to top button
Close