Karya Fiksi Peserta

DANDELION

Penulis : Stephanie Cindy

Siapa yang tidak pernah dibandingkan? Aku rasa semua orang di dunia ini pasti pernah dibanding-bandingkan. Bagaimana rasanya? Andai perbandingan itu seperti rasa es krim coklat yang manis, pasti semua orang suka. Sayangnya, dibandingkan itu rasanya pedas dan tidak manis.

Usiaku kini 28 tahun, dan sejak kecil aku tumbuh dalam perbandingan. Meski kerap kali dibandingkan, aku tidak pernah terbiasa dengan rasanya. Melawan, tidak bisa. Beradu argumen pun tidak bisa kulakukan. Menangis menjadi satu- satunya yang kulakukan setiap kali mendengar diriku dibandingkan.

“Lihat kakakmu, selalu mendapat juara sejak dulu.” masih terngiang ucapan papa yang sering kuterima di masa sekolahku. Berbagai upaya telah kulakukan agar mengurangi kemungkinan diriku dibandingkan. Mulai dari masuk ke sekolah yang sama dengan kakakku, masuk ke jurusan IPA seperti kakakku, meski aku tahu kemampuanku tak sama dengan kakakku. Akhirnya tiba di satu titik, dan aku merasa lelah. Seperti berdiri dalam bayangan, dan aku tidak mau seperti itu lagi.

“Sepertinya kamu tidak perlu kuliah. Papa gtak sanggup bayar uang kuliahmu,” ucap papa saat hampir waktuku melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi. Bagiku, kuliah merupakan kesempatan untuk membuktikan aku tidak lebih buruk dari kakakku. Dengan segala keberanian yang ada, aku mendaftar ke salah satu perguruan tinggi yang menawarkan bea siswa. Aku berhasil mendapat bea siswa. Di hati kecilku aku berjanji akan berusaha  menyelesaikan pendidikanku dengan cepat. Ternyata aku berhasil meraih prestasi, lalu bekerja di tempat yang kuinginkan.

BACA :   KOTAK PANDORA

Kini diriku sudah bertumbuh menjadi seorang gadis muda, tidak lagi tersembunyi dalam bayangan. Satu hal yang kusadari, diperbandingkan tidak selalu menjadi sesuatu yang buruk. Perbandingan dapat menguatkan. Aku seperti dandelion yang tertiup angin kencang. Dandelion yang tertiup angin akan terbang, namun membawa keindahan, dan akan tumbuh di tempat ia jatuh.*

Profil Stephanie Cindy

Stephanie Cindy dilahirkan di Bogor tahun 1995. Gadis yang penuh semangat dan murah senyum ini akrab dipanggil Cindy. Gadis yang dikenal dengan sifat ramahnya merupakan lulusan S1 jurusan Psikologi dari Universitas Bunda Mulia. Saat ini Cindy berprofesi sebagai guru bimbingan dan konseling di salah satu sekolah swasta.

Anak kedua dari dua bersaudara ini memiliki semangat yang tinggi untuk mempelajari hal baru, salah satunya bidang kepenulisan. Ketertarikan Cindy dalam dunia menulis sudah tampak sejak di bangku SMA. Dandelion menjadi mini fiksi pertama yang ditulis Cindy. Ia berharap dapat terus berkarya lewat tulisan dan berharap karyanya dapat menginspirasi banyak orang.

Comments

comments

Tags

Karya Fiksi Peserta

Naning Pranoto Creative Writing Corner | Editor : Shinta Miranda

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Check Also

Close
Back to top button
Close