JURUS MENOLAK PIKUN DAN FUNGSI MEMBACA DAN MENULIS PUISI AGAR OTAK AWET MUDA

Wawancara Naning Pranoto dengan Dr. dr. Arman Yurisaldi Saleh, MS, Sp.S

(Bagian II)

Minggu lalu saya melakukan penelitian dalam skala kecil, hanya ambil 10 responden yang berusia 40 – 60 tahun, terdiri dari laki-laki lima orang dan lima orang perempuan. Pertanyaan yang saya ajukan hanya satu: Apa yang paling Anda takuti dalam usia tua? Dari 10 responden tersebut delapan orang menjawab, “Takut pikun.”. Sedang yang dua orang menjawab sama, “Takut terserang kanker.” – tapi yang dimaksud ‘kantong kering’ alias tidak punya uang. Tentu dua responden tersebut hanya bercanda dan saya tahu itu hobinya. Selain itu, mereka juga selalu bersikap positif thinking dalam menilai apa pun. Sehingga keduanya selalu tampak berwajah ceria, sehat dan lincah. Kesannya awet muda.

Tapi bukan hal yang mudah mengkondisikan jiwa dan raga tetap sehat di hari tua. Untuk menjadi sehat di hari tua adalah merupakan hasil ‘investasi’ di masa muda. Gaya hidup dan perilaku di masa muda sangat memberi dampak di hari tua. Berikut ini rekaman wawancara saya dengan Dr. dr. Arman Yurisaldi Saleh, MS, Sp.S untuk mewujudkan hidup sehat yang ada kaitannya dengan kerja otak, menu yang kita konsumsi dan dampak aktivitas membaca.

Naning Pranoto (NP):
Berapa tahun sih sebetulnya usia otak bisa mempertahankan memori yang bagus?

Arman Yurisaldi Saleh (AYS):
Usia otak dalam hal memori terdapat data yang bervariatif. Banyak orang yang mencapai usia lanjut masih mempunyai memori yang kuat. Semua tergantung genetik dan juga gaya hudup.

NP:
Makanan dan minuman apa saja yang bisa mempertahankan fungsi-fungsi otak agarawet muda?

AYS:
Beberapa bahan makanan dengan kandungan minyak ikan termasuk ikan Salmon, anti oksidan seperti beta caroten dan vitamin E terbukti baik untuk mempertahankan fungsi-fungsi otak. Anti oksidan kuat terdapat pada buah tomat dan kiwi dan buah blueberry. Berperan pada pencegahan kerusakan neuron. Dalam kacang-kacangan terdapat zat lecithin. Lecithin ini penting dalam pembentukan dinding sel otak (neuron). Gingko biloba adalah tanaman yang dijetahui sejak ribuan tahun berguna untuk otak dalam hal menjaga kelancaran pembuluh darah.

NP:
Lalu,jenis makanan apa saja yang bisa merusak fungsi-fungsi otak hingga berdampak kontra produktif?

AYS:
Makanan yang merusak otak adalah makanan yang mengandung banyak oksidan. Misalnya aneka makanan yang menggunakan pengawet. Sayuran yang mengandung pestisida juga akan merusak sel otak. Logam berat pada pelabuhan yang tercemar juga berbahaya bagi otak. Misal ikan yang mengandung logam berat Hg dan Pb.

NP:
Apa sebetulnya penyebab alzheimer, pikun and losing memory?

AYS:
Gangguan memori ada beberapa macam dan disebabkan oleh aneka sebab. Ada istilah MCI atau Mild Cognitive Impairment, yaitu penurunan fungsi kognitif ringan. Bisa diperiksa dengan cepat dan sederhana oleh dokter saraf dengan MMSE (Mini Mental Score Examination). Nilai normal score ini tergantung usia dan tingkat pendidikan. Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang penuntunan 1(satu) score saja pada usia tertentu tidak bisa dianggap remeh. Selain itu ada gangguan memori yang lebih serius yaitu Dementia Alzheimer, Dementia Vascular, Leuwy Body Dementia, Basal Cortical degeneration dll. Pada kelainan-kelainan ini bukan saja memori yang terganggu tetapi termasuk activity daily living juga terganggu mulai derajad ringan sampai berat. Dementia Alzheimer disebabkan karena faktor genetik, terdapat gen yang menghasilkan aneka zat dalam otak hingga terjadi kerusakan sel berujung gangguan memori berat. Dementia Vascular adalah gangguan memori karena terganggunya vaskularisasi atau aliran pembuluh darah ke pusat-pusat penting terkait memori di otak. Bisa terjadi pada pasien pasca stroke. Dementia Leuwy Body bisa terjadi pada pasien yang menderita Parkinson. Setiap dementia tersebut mempunyai ciri spesifik dan bisa dibedakan saat pemeriksaan klinis oleh dokter spesialis saraf, dengan dukungan MRI dan pemeriksaan lab yang semakin canggih.

NP:
Mengapa orang stress mudah terserang stroke?

AYS:
Sebenarnya bukan murni stress saja yang menyebabkan stroke. Stress adalah salah satu faktor pemicu stroke pada pasien yang sudah mengalami hipertensi, diabetes, hiperkolesterolemia, hipertrigliseridemia atau dikenal dengan metabolik sindrom. Stress akan meningkatkan adrenalin berlebihan dalam jangka lama tentu akan menaikkan tekanan darah yang bila tak terkendali oleh obat atau terkendali dengan obat srkalipun tetap saja berefek tekanan darah naik atau fluktuatif tak stabil. Saat tekanan darah naik pada batas tertentu bisa berujung pecah pembuluh darah di otak terjadi stroke. Pada pasien yang sudah menderita diabetes mellitus, stress akan meningkatkan glukoneogenesis yaitu proses pembentukan gula dari bahan non gula. Kadar glukosa darah akan naik saat stress. Aliran darah jadi relatif lambat dan bisa berujung stroke sumbatan. Stress juga akan menaikkan kadar kortisol dalam darah sampai titik tertetu bisa terjadi shut-down pada serotonin di dalam otak. Seritonin yang dikenal populer dengan istilah hormon gembira adalah neurotransmiter alami dalam otak yang dikaruniakan Tuhan pada manusia. Bila terjadi shut-down akan terjadi depresi yang bergradasi mulai dari depresi ringan dengan aneka gejala sulit tidur, terbangun saat tidur, bangun terlalu dini, tidak mau makan dll hingga pada depresi berat yaitu ada gelagat bunuh diri.

NP:
Bagaimana cara mencegah depresi?

AYS:
Depresi ini harus dicegah. Jangan sampai stress masuk ke dalam depresi. Skala Hamilton Deoression Scale digunakan untuk menentukan derajat depresi. Pada penderita stroke pasti terjadi kesedihan, bila ini tak diatasi maka bisa terjadi depresi. Depresi makin memperburuk keadaan pasien yang sudah stroke demikian terjadi sirculus vitiosus.

NP:
Sejauh apa manfaat therapy writing untuk kesehatan otak? Misalnya menulis puisi….

AYS:
Belum ada penelitian saraf degan sampel besar yang membuktikan secara pasti efek menulis puisi pada kesehatan otak. Namun tentu saja dengan bekal ilmu saraf hal itu dapat diprediksi efeknya walaupun tetap harus dipastikan dengan metode ilmiah. Saat menulis puisi yang terlibat adalah otak depan bawah yaitu fungsi eksekutif, otak samping (temporal) terutama hipokampus, otak kecil (serebelum), otak kanan, limbik (pusat pusat emosi), dan HPA axis. Otak depan untuk memutuskan diksi mana yang dipilih, sopan apa tidak? Sesuai norma agama, budaya kah? Menyindir halus atau satir sarkasme ? Semua ditimbang timbang di sini. Otak temporal yaitu hipokampus, pusat konsolidasi memori. Terjadi re-call aneka memori, wajah orang, tempat, suasana, aroma dll. Saat memilih diksi biasanya penulis puisi ingin merangsang pembaca puisi dengan hal hal yang menyangkut inderawi. Otak kanan terkait kreativitas. Pasti penulis puisi terus mencari puisi yang bagaimana yang mampu tampil berbeda. Otak kanan juga pusat visuo spatial yaitu fungsi orientasi ruang. Saat menulis puisi tentu akan memperhatikan tata letak struktur bangun secara keseluruhan puisi. Otak kecil diperlukan saat menentuka ketepatan dan keindahan harmoni puisi. Sambil mendengarkan puisi yang dibaca sekaligus penulis juga mengukur ketepatan bunyi dari diksi yang dipilih.

Limbik terlibat karena menulis puisi melibatkan emosi. Dengan menulis puisi bukan mengobral emosi tetapi melatih mengendalikan emosi. Ada proses release melepaskan ketegangan saat kita selesai menulis puisi yang kita pikir dan kita rasa indah. Jadi energi beralih ke dalam bentuk karya yang indah dan bermanfaat. HPA axis terlibat karena banyak situasi emosional saat irang menukis puisi. Apakah sedang marah? Atau bergembira. HPA axis terkativasi akan berujung buruk yaitu depresi atau adrenalin yang naik terus menerus, saat menulis puisi hal ini berusaha dikendalikan.

NP:
Benarkah banyak mrmbaca sebagai obat anti pikun?
AYS:
Konsep mempertahankan fungsi-fungsi i otak adalah use it or lose it. Berbeda dengan otot makin digunakan akan makin aus. Tetapi otak makin digunakan akan makin kuat. Otak tentunya memiliki aneka fungsi. Secara garis besar otak depan bawah (prefrontal) adalah pusat pengambilan keputusan atau fungsi eksekutif. Prefrontal ini yang paling membedakan antara manusia dengan binatang. Pada binatang prefrontal ini tak berkembang secara anatomis dan secara fungsi. Bagian temporal adalah terutama hipokampus, pusat konsolidasi semua memori saat berpikir. Di bagian ini terjadi prosea longterm potensiation yaitu ingatan jangka pendek diubah jadi jangka panjang dan punya fungsi plastisitas, yaitu memori singkat seperti nomor telepon, nomor rumah dan aneka bacaan berita di koran yang tidak penting akan dibuang. Bagian ini sangat vital dan kalau terganggu akan disebut pikun. Aktivitas membaca terutama adalah berkaitan dengan proses menambah informasi ke dalam memori otak. Membaca buku akan melatih fungsi penyimpanan aneka memori, prosea re-call memory, proses konsolidasi memory, emosi, dan banyak hal terlibat. Perlu diperhatikan bahwa di dalam otak terdapat Papetz-circuitry atau Sirkuit Papetz yaitu terdapat hubungan antara memori dan emosi. Membaca dengan keadaan emosi yang tenang akan mempermudah penyimpanan memori.
(Bersambung )

Comments

comments