Karya Fiksi Peserta

UJUNG LANGIT

Senyum di wajahnya masih manis, berhias sepasang bola mata yang berbinar terang meski rambut merah khas anak pesisir pantai sudah mulai berubah. Saat hendak memasuki gerbang besi berkarat,warna hijau, ia merengkuh tangan lelaki yang berjalan di sisi kanannya. Tangan itu balas mengenggam, menguatkan. Lewati kerumunan anak muda, lalu mendekati deretan ruang berjendela hijau berukuran setengah …

HANTARAN UNTUK GALUH

Sinar matahari berada pada keadaan terbaik, memberikan manfaat bagi tubuh, Galuh berjalan santai menjinjing ember berisi baju-baju kotor di tangan kanannya. Tapih1 hijau tua bermotif bunga sepatu membungkus dada hingga betisnya. Handuk merah muda dililitkan di atas bahunya. Rambut hitamnya panjang sepunggung, tergerai berkilau keperakan diterpa cahaya matahari. Betisnya kuning langsat dan mulus. Ia perlahan …

SEHELAI BAJU BERBICARA

Pagi berkabut, sepi dan dingin. Kota ini separuh bernyawa ketika kapal laut milik Pelni yang kutumpangi berhenti di Pelabuhan Tanjung Perak. Kusibakkan rambu yang menutup sebagian wajahku sejak kapal merapat. Aku berjalan di selasar anjungan kapal, menunggu antrian turun ke bawah. Tiga hari dua malam aku berada di kapal yang telah mengguncangku hingga mual-mual, dan …
Erina Charlotte

JALAN KEMBALI MENUJU CINTA

Pagi masih dibalut mendung. Hujan deras mengguyur semalaman, menjadikan pagi tampak muram. Udara lebih dingin dari hari sebelumnya, membuatnya ingin menarik selimut kembali, melanjutkan tidur. Mary masih di atas pembaringan, masih ingin menyelesaikan mimpi yang tak selesai tadi malam Pluk! Ada tangan yang singgah perlahan di tubuhnya. Ia lalu menggeliat dan menoleh pada lelaki yang …

KOTAK PANDORA

Sungguh ajaib, ada yang bergerak dan hidup di dalam perut yang selalu menemaniku setiap hari. Dalam keadaan senang atau pun sedih, ia selalu ikut merasakan semua yang kurasakan. Kadang ia mengajakku bercanda, memanggilku tanpa suara, tetapi aku bisa merasakan tendangannya yang hebat. Senang sekali bisa merasakan setiap gerakannya Anakku, mama sayang kamu. Kita akan berjuang …

MAGNET CINTA

Lupus, begitu julukan teman-teman sekolah untuk Raihans. Nama julukan yang diberikan kepadanya tentu cukup beralasan. Ia bagai seorang idola di sekolah, seperti tokoh Lupus dalam film yang diangkat dari sebuah novel remaja. Selain cukup tampan dan digandrungi para gadis, ia pun memiliki cara unik dalam memberi perhatian pada lawan jenisnya. Mungkin saja ia romantis, setidaknya …
Back to top button
Close