KERJA OTAK, ZIKIR DAN KREATIVITAS MENULIS

Wawancara Naning Pranoto dengan Dr. dr. Arman Yurisaldi Saleh, MS, Sp.S

(Bagian I)

KERJA OTAK, ZIKIR DAN KREATIVITAS MENULIS

Otak berperan penting bagi tubuh manusia, karena semua saraf berpusat padanya. Ia tidak hanya mengatur gerak manusia, fungsi organ tubuh tetapi juga perilaku manusia termasuk cara berpikir. Jika otak berhenti bekerja maka manusia yang empunya otak pun mati. Dalam wawancara saya dengan Dr.dr. Arman Yurisaldi Saleh, MS, Sp.S tidak membahas masalah kematian, akan tetapi tentang kerja otak dikaitkan dengan zikir dan kreativitas menulis.

Arman Yurisaldi Saleh yang berpembawaan santai dan kocak, selain sebagai dokter ahli saraf ia juga seorang ilmuwan yang telah menulis sejumlah buku hasil penelitiannya. Lelaki penikmat music klasik ini juga menulis beberapa novel spiritual dan kebhinekaan. Menurut pengakuannya,ia menulis selain untuk berbagi pengetahuan juga untuk berekspresi.

Berikut ini wawancara saya dengan Pak Dokter kelahiran Malang, 16 September 1973 – merupakan bagian pertama. Minggu depan akan saya turunkan wawancara bagian kedua tentang kerja otak yang penuh kebencian akan berdampak kontra produktif.
Rekam wawancara ini menurut saya perlu dibaca oleh siapa pun yang ingin sehat otak dan produktif.

Naning Pranoto (NP):
Apa Anda sependapat dengan keyakinan bahwa fungsi otak kiri untuk hal-hal eksakta dan otak kanan untuk seni termasuk menulis?

Arman Yudisaldi Saleh (AYS):
Ada beberapa ahli yang tidak setuju pembagian otak kiri untuk eksakta otak kanan untuk seni. Tetapi bagi seorang klinisi (yang lebih banyak komposis praktek dibanding meneliti basic science) saya lebih setuju pembagian itu. Dalam praktek klinik sehari hari akan tampak jelas otak kiri berbeda dengan otak kanan. Misalnya tentang visuo spatial. Visuo spatial adalah terkait kemampuan nilai orientasi diri dalam ruang termasuk dalam klasifikasi otak kanan. Kenyataan di lapangan dalam praktek klinus bila orang mengalami strok pada otak kanan selain lumpuh bagian tubuh kiri juga dapat mengalami hemineglect. Hemineglect adalah khas sekali pada orang stroke pada belahan otak kanan. Hemineglect ditandai dengan kehilangan kemampuan mendeteksi ruang sebagian. Bila pasien disuruh menggambar bunga maka hanya separuh bunga yang digambar. Jadi memang tepat bila pusat visuospatial ada di otak belahan kanan. Demikian pula peran otak kanan yang lain sudah dibuktikan para ahli adalah benar terkait fungsi seni. Area area di otak kiri dan otak kanan sudah diberi nomor untuk lokasi dan fungsinya masing-masing.

NP: .
Saya belum membaca buku karya Anda tentang Fungsi Dzikir Untuk Kesehatan Saraf….tapi saya baca sedikit resensi buku tersebut tentang pelafalan menyebut nama Allah dan permohonan ampunan….apa faktor tersebut berpengaruh pada daya kreativitas seseorang dalam berkarya atau menciptakan sesuatu termasuk menulis?

AYS:
Inti buku berzikir untuk kesehatan saraf adalah kajian saya terkait teori yang sudah established bahwa bila di otak banyak CO2 maka pembuluh darah otak akan melebar, bila sedikit akan mengecil diameternya. Saya kaitkan dengan bacaan tajwid (tekanan huruf) saat berzikir yaitu ada astagfirullah, laa illahailallah, allahu akbar, alhamdulillah. Dari ke 4 nya yang paling banyak mengandung huruf JAHR yaitu harus dilafalkan keras adalah laa illaha ilallah dan astagfurullah. Saya kaitkan dengan praktek dilapangan (klinis) pada orang orang yang mudah stress bila disuruh meniup niup selebar kertas terus menerus sementara jari tangan direkam dengan electromyografi akan tampak gambaran EMG (electromigram) yang khas diikuti wajah makin pucat. Hal ini karena CO2 yang ditiupkan keluar menurunkan CO2 di dalam otak beralibat CO2 minimum dalam otak sehingga pembuluh darah dalam otak diameternya mengecil (iskemik) dan pasien makin cemas (pucat) karena O2 suplainya juga makin berkurang. Tetapi mengapa pada orang yang berzikir JAHR dengan tiupan CO2 yang banyak malah berefek tenang? Berawal sari pengamatan ini maka saya menyusun teori bahwa pada saat orang berzikir dgn komposisi huruf JAHR yang banyak berakibat CO2 juga menurun tetapi “tidak drastis” seperti orang pencemas yang diperintahkan meniup terus menerus pada selembar kertas. Ada komposisi yang “sedemikian rupa” pada astaghfirullah dan laa illaha ilallah sehingga CO2 yang turun tidak drastis. Saat CO2 pelahan lahan turun bisa diamati pada titik tertentu orang akan menguap dan memasukkan oksigen besar besaran ke dalam otak. Jadi saat berzikir dengan huruf JAHR pembuluh darah di otak CO2 turun perlahan lahan, dan otak sesaat mengalami iskemia kekurangan pasokan oksigen. Tetapi hal ini meramgsang otak untuk melakukan refleks menguap. Saat menguap maka oksigem secara besar besaran masuk ke dalam otak. Efek naiknya oksigen ini adalah rasa relaksasi yang maksimum. Tampak orang akan cenderung menganguk dan perasannya tenang. Bila hal ini dikaitkan dengan kreativitas menulis saya berpikir bahwa sangat berpengaruh. Karena untuk mdmunculkan ide ide baru diperlukan ketenangan tinggi. Banyak cara yang dilakukan orang untuk tenang misalnya relaksasi dengan jalan-jalan, bersantai di pegunungan dan lain lain, tetapi relaksasi melalui metode zikir yang saya amati dan analisis prosesnya dapat juga membuat tenang secara instan. Asal tercapai rasa mengantuk maka seketika itu pula perasaan akan menjadi tenang. Bila tenang memungkinkan bagian otak pusat memori di hipocampus otak bagian temporal untuk melakukan konsolidasi memori dengan baik karena sirkulasi yang lancar dan teratur. Pusat penvambilan keputusan di daerah otak prefrontal bagian bawah juga bekerja lebih baik dan hal ini menentukan dalam memutuskan ide baru apa yang terbaik berdasarkan memori aneka penhetahuan yang sudah didapat. Otak prefrontal depan bawah bisa memutuskan untuk menambah, mengurangi, mengubah, menganalogi, melakukan substitusi, dari aneka ide yang sudah pernah ada.

NP:
Bagaimana dengan pengalaman Anda pribadi atas dampak dzikir dalam berkarya?

AYS:
Pengalaman saya sendiri adalah membuktikan teori yang saya susun terkait hubungan antara teori kembang kempis pembuluh darah otak yang sudah established dengan berzikir. Saat banyak masalah maka hanya dengan relaksasi maka ide baru yang segar bisa saya susun. Tentu dengan cara berzikir untuk mencapai titik tenang secara instan dan ketenangan ini juga saya pertahankan dengan sesering mungkin berzikir.

NP:
Dzikir seperti apa yang bisa berdampak positif untuk kesehatan otak dan saraf?

AYS:
Dzikir dalam Islam sebenarnya banyak sekali. Bahkan ada yang sebaiknya dalam pengawasan seorang guru atau mursyid. Tergantung kita saat ini berada dalam tahap spiritual yang mana. Secara umum dzikir yang rutin dikerjakan sehari hari yang memang umum. Metode dzikir yamg saya amati terkait relaksasi bisa kita jalankan sehari hari untuk ketenangan dan kreativitas. Dalam Islam moderat mayoritas dunia diakaui adanya tarekat dan tasawuf yaitu jalan mendekati Tuhan secara intens. Tentu dzikir yang demikian penuh makna yang sangat dalam dan perlu kajian khusus, perlu guru (mursyid).

(Bersambung)

Comments

comments