ArticleHeadline

MAU KREATIF WAHAI SENIMAN DAN ILMUWAN? AKTIFKAN GELOMBANG ALFA OTAK KITA

Penulis : dr HANDRAWAN NADESUL

(Salah satu topik Ngobrol Hidup Sehat yang akan dibahas dalam Acara Sastra Malioboro Yogya 20 Desember 2021 bulan depan)

Gelombang otak ada 6 jenis. Infralow, gelombang otak terlemah yang tidak tedeteksi oleh perekam gelombang otak, status mental paling tidak sadar.

Lalu gelombang otak Delta, status mental sedang tidur, pada masa mana berlangsung regenerasi sel tubuh dan pemulihan jaringan tubuh. Itu alasan perlu tidur lelap, agar proses pemulihan tubuh berlangsung normal.

Gelombang berikutnya Theta, pada status mental mana tidur dengan mimpi terjadi. Gelombang otak yang lebih tinggi lagi gelombang Alfa, yang berlangsung ketika sedang termenung, dan bermeditasi.

Gelombang otak Beta status mental saat berlangsung selama kita sadar, awas (alert), dan otak berpikir, berinteraksi terhadap dunia luar. Berpikir, berarti aktif memecahkan masalah dan juga bisa bermasalah, bila berpikir menyimpang, berpikir negatif.

Pada satus mental gelombang otak Beta inilah yang bisa terjadi gangguan mental, depresi, cemas, takut, panik, serta berpikir negatif, munculnya energi negatif, iri dengki, benci, dan sejenis itu lainnya. Itu maka orang yang jiwanya galau, yang jiwanya bermasalah disebut sedang banyak pikiran.

Gelombang otak yang paling besar ialah gelombang Gamma, tingkat kesadaran tertinggi terkait dengan hal-ihwal spiritualitas.

Oleh karena hidup manusia dirongrong oleh pikiran yang tidak sehat, maka ada cara terapi gelombang otak agar status mental berada dalam gelombang otak yang menyehatkan. Bermeditasi, misalnya, tapa brata, upaya untuk membawa gelombang otak Beta yang sadar aktif berpikir, yang bisa tercemari oleh hal-hal di luar diri, dikosongkan supaya memasuki gelombang otak Alfa, status mental masih sadar namun terfokus pada permenungan, pada relaksasi, rasa damai, rasa nyaman, dan pikiran positif. Dan ini sekaligus bisa menjadi terapi.

BACA :   EVA ANDRIANI: MENJADIKAN ‘MEDSOS’ GERBANG MASA DEPAN

Bimbingan meditasi sebagai terapi dapat ditunjang oleh musik berfrekuensi tertentu, termasuk musik klasik (Bach) yang cenderung meneduhkan, menentrankam, yang bikin perasaan khusyuk. Maka ada musik khusus yang diperdengarkan selama bermeditasi.

Para pekerja kreatif, seniman apa saja, termasuk ilmuwan, agar kreatif, perlu sering memasuki gelombang otak Alfa, bermanfaat untuk memetik inspirasi dari buah permenungan, tanpa terusik oleh pikiran hingar bingar dari dunia luar.
Hanya bila kita hidup dalam energi positif, kita berkembang sehat. Orang saleh, orang baik, terpancar binar jiwanya dari air mukanya. Air muka yang benderang, tidak keruh. Dari ucapan dan perilaku, dan sikap dan pembawaan dirinya terasakan sensasi kebaikan hidupnya. Terasakan dari apa yang dilakukan, dan dikerjakannya dalam hidup.

Memelihara energi negatif dalam diri bukan saja tidak bikin orang lain merasa nyaman, melainkan terlebih merusak diri sendiri. Energi negatif memompakan adrenalin tubuh terus menerus. Kanker, serangan jantung, susah tidur lelap, dan semua penyakit berisiko memburuk komplikasinya bila hidup dirundung terus, membiarkan tubuh dirundung terus oleh energi negatif.

Buah karya kreatif bukan buah rekaan semata sehingga berkarya produktif namun belum tentu kreatif. Buah karya yang biasa-biasa saja. Buah karya kreatif bisa terpetik ketika kita memasuki dan berada dalam status gelombang otak Alfa. Termasuk bila kita tidak hendak dicemari oleh pikiran yang terlalu impulsif duniawi. Selalulah berupaya ingin tetap berada dalam kekuatan egergi positif, bukan energi negatif akibat dicemari pikiran luar yang kotor yang polutif, dan seeloknya menukik ke dalam jiwa yang jernih, tenang, dan damai.

BACA :   NEURO-POETRY, PENYAIR BISA JADI ‘TERAPIS’

Salam kreatif,

Dr HANDRAWAN NADESUL

Comments

comments

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Back to top button
Close