Mbok Noto Bertutur Tentang Bumi

Memayu Hayuning Bawana – Memperindah Keindahan Dunia

MbokNoto Tentang Bumi

Salam Hijau,

Bumi adalah rumah kita satu-satunya, anak-anakku.
Jika Bumi rusak, apalagi hancur, di mana kita akan tinggal?
Tak satu pun planet lainnya yang layak kita huni, karena mereka gersang berapi.
Hanya Bumi, planet subur satu-satunya, layaklah dia kita sebut Ibu kita, Ibu Bumi.
Ibu – di mana tempat kita berpeluk dan menyusu semua gizi yang ada dalam payudaranya.
Garba Ibu Bumi merahim penuh sumber alam bagi kelangsungan hidup semua maklukNya.
Ibu Bumi memberikan jiwa-raganya bagi kita semua, tanpa minta balas jasa atau puji-puja.
Ibu Bumi menyayangi kita dalam diam, menimang kita sejak jabang bayi hingga berpulang.
Angin sepoi-sepoi lantunkan kidung puput kala raga kita merabuk siti, Ibu Bumi menemani.

Apakah kita telah menyadari dan paham akan eksistensi Ibu Bumi?
Hijaunya pohon-pohon adalah rambut-rambut zamrud Ibunda penebar udara sumber nafas kita.
Mengapa pohon-pohon ditebang illegal hingga hadirkan tanah longsong dan banjir bandang?
Menjulangnya gunung-gunung adalah pilar-pilar kubah langit Ibu tempat kita bernaung saung.

Mengapa gunung-gunung diratakan dijadikan lahan tambang dan vila-vila gaya gedongan?
Alir-alir sungai sebening kaca bermuara di laut biru adalah mina Ibu sumber tirta dan boga kita.
Mengapa sungai dan laut dikotori sampah, limbah pabrik dan pantai direklamasi sesuka hati?
Hamparan langit melukis fajar dan menjingga kala senja adalah simbolis waktu dan usia kita.
Mengapa langit dipolusi jelaga cerobong asap pabrik dan knalpot tunggangan manusia?

Bumi adalah Tanah, anak-anakku!
Semua makluk diciptaNya dari sucinya tanah.
Di Tanah manusia berkiprah. Di hanya di Tanah manusia bisa berkarya dan berolah.
Tapi, mengapa manusia berulah? Menggali tanah. Mengebor tanah. Mengkomiditi air tanah.
Bumi adalah air. Semua makluk ciptaanNya mengandung dua-pertiga air. Tanpa air semua cicir.
Mengapa manusia menghambur air tanpa memikirkan tibanya El-Nino si penyiksa musim?
Bumi adalah padi, palawija, umbi-umbian dan buah-buahan sumber boga sehari-hari kita.
Mengapa lahan boga: sawah, pekarangan, kebun dan ladang disulap jadi pabrik dan loji?
Bumi – kerajaan satwa: orangutan, segala jenis harimau, gajah, kera, badak, unggas dan lainnya.
Satwa ditembak. Satwa dikuliti. Satwa langka jadi komoditi. Dosa apa para satwa dihabisi?

Bumi adalah surga untuk berekreasi: hilangkan penat, menghibur diri atau menjalin cinta abadi.
Mengapa panoram anugerah Illahi dinodai dengan arsitektur imitasi import dari luar negeri?

Bumi adalah hutan, anak-anakku!.
Bumi Nusantaraadalah hutan tropis terbesar di Asia. Itu dulu, riwayatnya!
Mengapa kini hutan tropis Nusantara dalam era kalang arang sebagai legenda belaka?
Bumi Kalimantan adalah jantung hutan Indonesia, pernah jadi salah satu paru-paru dunia.
Dulu hutannya seluas sekitar 40,8 juta hektar, tahun 2010 tinggal tersisa 25,5 juta hektar saja.
Mengapa? Semua tahu. Hutan Kalimantan dijarah tangan-tangan serakah berjari-jari bara api
Jari-jari itu melambungkan bola-bola api menyihir hijaunya hutan menjadi padang jelaga
Jari-jari itu juga mencurah asap hitam, menggulitakan langit dan menyesakkan alur jutaan nafas
Korban pun bergelimpangan, hangus menjelaga. Salah siapa? Tentu bukan pandu wanaraya.

Bumi adalah Tanah Tuhan, anak-anakku!
DiciptakanNya tidak dalam hitungan jam.
Maka, Bumi bukan dihadiahkan kepada para manusia kejam.
Bumi adalahprosa dan puisi, anak-anakku!
Semua diksi ada di lingkup langit dan bumi.
Di lembaran lontar pena penyair bermunsyi.
Di kulit kayu mahoni para pujangga menyerat hijau sastrawi.
Larik-larik aksara pena kencana mereka menyeru: Mari belajar mencintai Ibu Bumi.
Ayunkan pacul: menanam padi, palawija dan Ki Jati serta Ki Munggur penadah hujan.
Jadi sahabat alam, kala hujan berpayung daun pisang, menolak plastik si penghancur lapak bumi.
Mengayuh sepeda, menolak alat pendingin dan bangun rumah limas redakan pemanasan global.
Anak-anakku, mari kita berjanji di bawah teriknya matahari:
Tegaskan bahwa kita tidak akan menjahati Ibu Bumi.

Gubug Hijau Mbok Noto, akhir Januari 2016.

Comments

comments