ArticleHeadline

NANING PRANOTO IN THE SOUL OF INDONESIA’S LITERATURE

Woro Januarti

Abstract

In modern Indonesian literature, it can be said that female writers are still less prestigious than male writers. The problems raised in literature touch a lot with the relationship between men and women, patriarchal culture, and colonialism, accompanied by women’s object as a male commodity. Call it a writer in the New Pujangga era like Selasih, then in the independence era Ida Nasutin, Walujati, St. Nuraini, Suwarsih Djojopuspito, to S. Rukiandi. Also N.H. Dini, Hanna Rambe, until in the 2000s, women writers such as Dee Lestari, Ayu Utami, Djenar Maesa Ayu, and others emerged. This research focuses on examining the literary works of Naning Pranoto, who are post-reform and pre-reform writers. The writer Naning Pranoto has produced twenty novels and more than a hundred short stories. Also, to this day, Naning Pranoto is still active in “Creative Writing,” which has made the world of Indonesian literature healthy: preparing for new writers’ birth. If, during the colonial era, the house of Tjokroaminoto was the sprouting area for the nation’s leader’s birth, the term “Mbok Naning’s hut” was the home for the birth of new literary shoots. So this research is considered very important to explore the soul of Naning Pranoto in the world of Indonesian literature. This research uses a qualitative descriptive method, collects Naning Pranoto’s literary works and journals that discuss Naning Pranoto’s work then provides a red line of its constituent elements from feminism, politics, ecology, colonialism, culture, and religion. Therefore, studying Naning Pranoto’s literary works is equivalent to adding more attention to important figures’ gold ink in Indonesian literature’s history in the future and her phenomenal works

Full Text:

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to DearFlip WordPress Flipbook Plugin Help documentation.

References

Abrams, M.H. 1981. A Glossary of Literary Term. New York: Holt, Rinehart and Wiston.

Anggraini, Ade Eka. 2018. Posmodernisme dan Poskolonialisme Dalam Karya Sastra. PUJANGGA Jurnal Pujangga Volume 4, Nomor 1

Bahar, Saafroedin. 2001. Sebuah Kajian Awal Tentang Keterkaitan Pasukan Paramiliter dan Militer, dengan Faham Militerisme dan Fasisme di Indonesia. Jurnal Ketahanan Nasional. Vol 6, No 1.

Duranti, Alessandro. 1997. Linguistic Antropology. Cambridge: Cambridge University Press.

Eagleton, Terry. 2006. Teori Sastra: Pengantar Komprehensif (terj.). Yogyakarta: Jalasutra.

BACA :   TUBUH DAN TUHAN

Keraf, A. Sonny. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Penerbit Buku Kompas.

Majalah Sastra Pusat. 2012. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Edisi 4.

Mi, Du. 2019. Puisi dan Politik–Self Discipline and Heteronomy in Literature. Meiyushidai. Vol.07.90-91.

Minderop, Albertine. 2018. Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode, Teori, dan Contoh Kasus. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Nuo, Wang. (2013.4). Ecocritic and Ecological Thought. Beijing: People Publisher.

Prihanto, H. Purwaka Hari. 2013. Kebijakan Moratorium Pengiriman Tenaga Kerja ke Luar Negeri dan Dampaknya Terhadap Peningkatan Kualitas Pekerja Migran Indonesia. Jurnal Paradigma Ekonomika Vol.1, No.7, April 2013

Setijowati, Adi. 2018. Kekerasan Simbolik dalam Nyali Karya Putu Wijaya: Karya Sastra, Politik, dan Refleksi. Mozaik Humaniora. Vol. 18 (1): 1 – 14.

Supriyadi. 2019. Praktik Demokrasi dan Kapitalisme di Indonesia Dewasa Ini. Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2, No. 1.

Tong, Rosemary Putnam. 2006. Feminist Thought: A More Comprehensive Introduction. Diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh Aquaini Priyatna Prabasmara. Bandung: Jalasutra.

Umniyyah, Zahratyul. 2018. Jeritan Perempuan yang Terkungkung Sistem Patriarki dalam Kumpulan Cerita Pendek Akar Pule: suatu Tinjauan Feminisme Radikal. SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik Vol 18 No 2

Wiyatmi. 2017. Ekofeminisme: Kritik Sastra Berwawasan Ekologis dan Feminis. Cantrik Pustaka.

Website

Maman Mahayana http://mahadewa-mahadewa.blogspot.com/2008/10/oppressed-women-discussion-on.html. Paper on”ASEAN and India: Searching for New Approach” arranged by Global Association of Indo—ASEAN Studies in Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, South Korea , November 2—4, 2007.

Profil->Naning Pranoto

Research journals and theses from fiction by Naning Pranoto

Aprilianto, Heri. 2005. Tokoh Utama Wanita, Dalam Pandangan Gender Pada Novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto. Skripsi. Unes.

Br. Munthe, Junita Mohenny.2014. Representasi Ideologi Patriarki Dalam Novel Sekuntum Ruh Dalam Merah Karya Naning Pranoto (Kritik Sastra Feminis). Bahtera Sastra. Vol.2. No.2.

Djumingin, Sulastriningsih. 2008. Feminisme Dalam Novel Indonesia Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto. Buletin Penelitian. Vol. 7. No.1.

Faluqi, Muhammad Zaqi. 2011. Ketidakadilan Gender yang Dialami Tokoh Utama Wanita Dalam Novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto. Skripsi. UNM.

Fitriana, Ratih. 2015. Nilai Akhlakul Karimah Dalam Novel Dzikir Jantung Fatimah Karya Naning Pranoto Dan Skenario Pembelajarannya Di Kelas XII SMA. Surya Bahtera. Vol. 3. No. 25.

Haban, Stefania Benga. 2020. Strukturasi Kekuasaan dan Kekerasan Simbolik Dalam Novel Bella Donna Nova. Skripsi. Universitas Sanata Darma.

BACA :   HUMAIRA DALAM KOBARAN API JEJAK AMUK MEI 1998

Hardiyanto, Fany. 2008. Kekerasan Terhadap Perempuan yang Dialami Tokoh Mira Dalam Novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto Sebuah Kajian Sosiologi Sastra. Skripsi. Sanata Dharma University.

Haryanti, Novi Diah. 2014. Keinginan Untuk Pulang: Kecemasan dan Ambivalensi dalan Novel Miss Lu. Jurnal Sasindo Unpam. Vol. 1. No.1.

Helmi N, Septian. 2013. Tinjauan Psikologi Wanita dalam Novel Azalea Jingga Karya Naning Pranoto. Repository Unej.

Juanda. 2014. Nash-Nash Ideologis Dalam Novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto: Perkenalan Marxisme Sastra. Genta Mulia. Vol. VIII. No. 1.

Kusumawardhani, Merry. 2005. Representasi Patriarki Dalam Novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto. Skripsi. Universitas Airlangga.

Krismawati, Septina. 2018. Permainan Bahasa Sebagai Representasi Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Novel Wajah Sebuah Vagina. Conference or Workshop Item. Universitas Sanata Darma.

Ma’ani. 2016. Analisis Perubahan Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Dzikir Jantung Fatimah Karya Naning Pranoto. Skripsi UMM.

Pamungkas, Nandang Rudi. 2017. Tema Seks Dalam Lima Novel yang Ditulis Oleh Novelis Perempuan Indonesia. Metasastra. Vol. 1. No. 1.

Pratiwi, Diah. 2019. Kehidupan Tokoh Anne Mary Dalam Novel Sekuntum Ruh Dalam Merah Karya Naning Pranoto: Kajian Intertekstual. Skripsi. Unes.

Putri, Junita. 2019. Gambaran kekerasan terhadap perempuan dalam novel Mei Merah 1998: Kala Arwah Berkisah karya naning pranoto (pendekatan sosiologi sastra). Skripsi. Universitas Andalas.

Rofik, Latifah. 2005. Kontruksi Realitas Wanita Dalam Novel Wajah Sebuah VaginaKarya Naning Pranoto: Ditinjau Dari Analisis Wacana Model N. Fairclough (CD). Skripsi. Unmer Malang.

Rokhim, Abdul. 2020. Citra Perempuan Dalam Novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto Perspektif Kritik Feminisme Muslim. Skripsi. STIKIP PGRI Pacitan.

Salamah, Ummu. 2015. Nilai-Nilai Dzikir al-Asma’ al-Husna Pada Novel Dzikir Jantung Fatimah Ada Tuhan di Negeri Kanguru Karya Naning Pranoto. Skripsi. IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Sanjaya, Bagus Dwi. 2006. Eksistensi Tokoh Zaza Dalam Novel Azalea Jingga Karya Naning Pranoto Tinjauan Psikologi Eksistensial. Skripsi. Universitas Airlangga.

Setiawan, Agus. 2011. Analisis Feminisme Radikal Dalam Novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto. Skripsi. Universitas Jember.

Sukarto, Kasno Atmo. 2019. Kritik Atas Puisi-Puisi Karya Ahmad Nurullah dan Naning Pranoto. Jurnal Pujangga. Vol. 5. No. 2.

Sunanningtyas, Irika Rully. 2004. Kata sapaan dalam novel Mumi Beraroma Minyak Wangi karya Naning Pranoto. Skripsi. USM.

Susanto, Arju. 2017. Nilai-Nilai Kesetaraan Gender dan Etika Dalam Novel Wajah Sebuah Vagina. Populis. Vol. 2. No. 3.

BACA :   MANUSIA DAN KREATIVITAS

Tarigan, BR Marlina. 2010. Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto: Ketidakadilan dan Kekerasan Terhadap Perempuan. Skripsi. USU.

Tomayahu, Asrin 2014. Campur Kode Sekuntum Ruh Dalam Merah Karya Naning Pranoto (Suatu Tinjauan Sosiolinguistik). Skripsi. UNG.

Uliyah, Imas. 2013. Mumi Beraroma Minyak Wangi, Fluiditas Identitas Tokoh Perempuan Dalam Ruang Sosial: Sebuah Pendekatan Feminisme. Literasi. Vol.3. No. 1.

Wahidah. Analisis Kepribadian Tokoh Utama Dalam Novel Sekuntum Ruh Dalam Merah Karya Naning Pranoto (Kajian Psikologi Sastra). Skripsi. Universitas Trunojoyo Madura.

Wahyuti, Sri. 2011. Propaganda Masyarakat Etnis Tionghoa dalam novel Miss Lu Karya Naning Pranoto: Kajian Hegemoni Antonio Gramsci. Skripsi. Unes.

Yulianingsih, Arifiani. 2015. Diskriminasi Terhadap Masyarakat Etnis Tionghoa Dalam Novel Miss Lu Karya Naning Pranoto (Tinjauan Sosiologi Sastra). Skripsi. UNY.

Naning Pranoto’s Novel

Mumi Beraroma Minyak Wangi. Penerbit Yayasan INDONESIATERA.

Musim Semi Lupa Singgah Di Shizi. Primamedia Pustaka.(Cerita Bersambung di Tabloid NovaSeptember 2002 – Februari 2003 ).

Miss Lu. Jakarta: PT Grasindo.

Wajah Sebuah Vagina.Yogyakarta: Galang Press

Bella Donna Nova: Kekasih Dari Ipanema. Jakarta: PT Grasindo.

Azalea Jingga. Jakarta: PT Grasindo.

Naga Hong Kong. Jakarta: Raya Kultura.

Sekuntum Ruh Dalam Merah. Naning Pranoto. DIVA Press.

Mei Merah 1998 Kala Arwah Berkisah. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Naning Pranoto’s Short Stories

Sahabat dalam Sunyi. Media: Zaman, No. 38.

Kekasih Dari Okinawa. Rayakultura.Net.

Kepada Tatui, Sebuah Arcadia. Antologi Sastra Hijau: Nyanyian dari Hutan, Pantai dan Taman Kota

Sebilah Pisau Dari Tokyo: Kumpulan Cerita Pendek. Jakarta: PT Grasindo.

Sopir Taksi dan Sebuah Kepala. (Dimuat di Republika)

Meleleh Bersama Brenda da Costa. Rayakultura.Net.

. Bibir Biru. Rayakultura.Net. (Dimuat di SuaraKarya)

Antologi Cerpen Indonesia-Malaysia.

. Negeri Malam. rayakultura.net. (Di Muat di Suara Karya Online)

Garis Luka di Tikam Kata-kata. Gubug Hijau Rayakultura Bantul Yogyakarta, Medio Februari.

Memori Ibuku. Warior.id

Beth dan Tiga Belas Kekasihnya. Rayakultura.Net.

Cerita Dari Filipina. Rayakultura.Net.

Cita-Cita Nurul. Rayakultura.Net.

Dia: Jumidah. Rayakultura.Net.

Janin. Rayakultura.Net.

Jari-Jari Arimbi. Rayakultura.Net.

Kepada Lelaki-ku. Rayakultura.Net.

Kepada Tiankong, Langit yang Jauh. Rayakultura.Net.

Kisah Sebuah Oasis. Rayakultura.Net.

Noda di Atas Pasir Putih. Rayakultura.Net.

Pantai Berdarah. Rayakultura.Net.

Pengakuan Gadis Bergaun Hitam. Rayakultura.Net.

Perempuan di Bawah Pohon Ek. Rayakultura.Net.

Perempuan Di Luar Ruang. Rayakultura.Net.

Ranting Bergoyang. Rayakultura.Net.

Tetes-Tetes Puisi Air. Rayakultura.Net.

Sate Tegal. Rayakultura.Net.

Warna Cinta Seorang Peragawati. Rayakultura.Net.

Sumber Jurnal : http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/SNS/article/view/7879

Comments

comments

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Back to top button
Close