Puisi

NASIB

Izinkan aku menghitung helai-helai rambutmu sebelum ajal tiba
Rambut di kepala dan yang berguguran di punggung masa
Lihatlah, ujung-ujungnya membentuk mata pena
Mereka mencatat letih kita kala memanjat pohon kelapa:
Menyadap nira yang didapat nila
Kini kutahu mengapa?
Karena kita bukan kroni para penguasa Kebun Raja

Pantai Senggigi, akhir Mei 2015

(Dikutip dari Antologi ODE YANG TAK PERNAH MATI)

Related Articles

Check Also

Close
Back to top button
Close
Pendampingan Menulis Buku