Novel AZALEA JINGGA

Karya Naning Pranoto
Penerbit Grasindo – Gramedia Grup
Terbit Januari 2005

Sinopsis

Novel ini menceritakan tentang perjalanan hidup Azalea Louise Polansky, perempuan Australia berdarah Irlandia-Inggris-Yahudi, yang menikah dengan pria Indonesia, Bimo Satrio Reksoprodjo.

Cinta a Zaza (panggilan Azalea Louise Polansky) dengan Bimo, bersemi di Brisbane tahun 1943, bertepatan dengan musim dingin yang terdingin sejak 20 tahun terakhir. Tetapi di balik musim yang membekukan tubuh itu, hati Zaza hangat, tergetar oleh kehadiran Bimo sebagai seorang pemuda patriotik – pejuang kemerdekaan RI yang diasingkan oleh Belanda di Tanah Merah – Digul. Untuk menghindari serangan dan keganasan fasis Jepang, Belanda memindahkan tawanannya yang terdiri dari para pejuang kemerdekaan RI, termasuk di dalamnya Bimo, ke Cowra – Sydney – New South Wales, Australia. Para tawanan ini dibawa oleh Belanda dari Digul (Tanah Merah, Irian Jaya) ke Australia dengan menggunakan kapal yang bernama ‘Both’..

Geladak ‘Both’ yang mempertemukan Zaza-Bimo. Waktu itu, Zaza sebagai salah satu anggota Palang Merah Remaja (PMR) bertugas membagikan pakaian hangat, obat dan makanan untuk para penumpang ‘Both’. Zaza k menjadi anggota PMR karena dorongan ayahnya, Dr. Simon Polansky yang bersimpatik dan memuja jiwa patriotik para pemuda Indonesia. Maka ia mengizinkan Zaza, putrrinya menjalin cinta dengan Bimo.

Setahun setelah Indonesia merdeka, Zaza menikah dengan Bimo, tinggal di Melbourne – Australia. Ketika Bimo memutuskan kembali ke Indonesia, untuk ikut membangun RI, dr. Polansky harus menjalani amputasi kaki dan tangan kanannya karena kanker tulang. Ini yang membuat Bimo ragu membawa Zaza ke Indonesia, walau dr. Polansky mendukungnya. Akhirnya Bimo tetap tinggal di Australia, sambil studi di bidang komunikasi karena ia tertarik menjadi wartawan.

Perkawinan Zaza-Bimo, dalam waktu lima tahun membuahkan tiga orang anak. Ketika kembali ke Indonesia (setelah dr. Polansky meninggal), Zaza hamil – mengandung anaknya yang nomor empat. Pada saat itu, muncullah seorang perempuan bernama Ningsih dan mengaku sebagai istri Bimo saat Bimo di Digul. Ningsih telah melahirkan anak kembar dari perkawinannya dengan Bimo. Dari sinilah batin Zaza mulai dirongrong konflik panjang, hampir selama 40 tahun, karena intrik-intrik yang dilakukan oleh Ningsih untuk menguasai Bimo dan bisnis Bimo sebagai salah satu konglomerat di Indonesia.

Zaza terombang-ambing dalam depresi, membuatnya tergoncang jiwanya (gila) dan perlu perawatan khusus. Faktor ini membuat Zaza mencari pilar-pilar penyangga batin dan jatidirinya. Ironisnya, pilar-pilar itu dibangunnya melalui langkah-langkah hidup yang penuh sandiwara, kemunafikan, manipulasi, intrik, penyimpangan seksual, perebutan kekayaan yang diwarnai dengan airmata dan darah. Dengan cara itu, Zaza ‘lahir kembali’ sebagai perempuan tegar. Mass-media memprofilkanhya sebagai perempuan teladan.. Ia juga dijadikan symbol sebagai ibu yang mampu mendidik anak-anaknya, menjadi manusia sukses. Bahkan sebuah majalah wanita terkemuka, menobatkan Zaza-Bimo sebagai pasangan harmonis dan ideal.

Puaskah Zaza memperoleh semuanya itu? Pada suatu hari ia membuka tirai kehidupannya yang sesungguhnya dan juga menanggalkan topeng sandiwaranya. Apa yang terjadi? Silakan membaca AZALEA JINGGA selengkapnya, karena Anda akan ikut berperan menjadi salah satu tokoh dalam cerita ini: siapa diri Anda yang sebenarnya?

Comments

comments