PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA MENULIS CERPEN OBOR AWARD 2

Pemenang-Obor-Award2014
Pertama-tama kami haturkan terima kasih kepada para peserta Lomba Menulis Cerita Pendek (LMCP) OBOR AWARD 2 – 2014 yang telah mengirimkan karyanya kepada kami. Naskah yang masuk 197 judul. Sungguh menggembirakan, 98% pengirimnya adalah kaum muda dan ‘pendatang baru’ (penulis pemula) sekitar 50%-nya.

Mengingat menulis adalah sebuah proses panjang, para pengarang pemula perlu waktu untuk bisa menghasilkan karya yang layak dipublikasi. Karena penilaian sebuah karya fiksi apalagi jika dikategorikan genre literer tentu materi cerita bukan satu-satunya fokus bobot sebuah karya. Apalagi jika materi cerita berakar pada nilai-nilai kearifan kultural atau yang lazim disebut ‘warna lokal’ bukanlah hal yang mudah untuk diimplementasikan dalam sebuah cerita yang tidak hanya sekadar hiburan.

Elemen-elemen sebuah cerita pendek seperti setting, penokohan berwatak, olah konflik, sudut pandang gaya bercerita yang kreatif dibingkai imajinasi dan dirangkai dengan bahasa literer merupakan rangkaian untuk mengkritisi sebuah karya. Elemen-elemen tersebut pada umumnya belum tergarap dengan apik dalam karya para pengarang pemula.

Apa pun hasilnya kami sangat menghargai para pengarang pemula karena telah bekerja keras dan kreatif: mulai menulis dan membuahkan karya. Kualitas? Kelak akan menyertai bila kesungguhan berkarya ditekuni.Miskinnya bacaan dan langkanya kebiasaan melakukan observasi materi yang ditulis juga memperlemah karya yang diciptakan. Meskipun demikian, bukan berarti karya para pemula ini buruk, karena ada juga yang langsung mampu berkarya dengan baik dan memenangi lomba. Tapi pada umumnya perlu waktu untuk mematangkan karyanya. Mengingat, menulis adalah proses belajar sepanjang hidup. Tidak hanya belajar menulis saja, tapi juga harus banyak membaca karya-karya bermutu, mendalami bahasa dalam berbagai aspeknya, belajar tentang manusia secara jiwa dan raga (reading people), memahami kultural (bahkan sosio-politik) bersama nafas dan kehidupan masyarakatnya. Lebih baik lagi ditambah dengan wawasan pasar dan tahu siapa pembaca yang akan ditujunya. Atau, jika karyanya diikutsertakan dalam sebuah lomba semestinya tahu apa visi dan misi lomba yang diikutinya ersebut. Sepertihalnya, jika kita mau mengirimkan suatu karya ke mass-media harus tahu lebih dahulu misi dan visi mass-media yang kita tuju. Agar karya kita ‘tidak kesasar’ atau salah alamat.

LMCP OBOR AWARD digagas dan diselenggarakan untuk melahirkan sastrawan-sastrawati muda yang menulis karyanya berlandaskan keragaman kultural yang ada di Bumi Pertiwi ini. Selain untuk melestarian warisan adi-luhung nenek-moyang, juga sebagai sumber ajar untuk memahami sejatinya hidup selaras dengan alam semesta dan Tuhan sebagai penciptanya. Tentu, dalam pemahaman tersebut tidak secara mentah-mentah dimasukkan dalam sebuah karya. Melainkan harus diramu melalui perenungan, dimainkan dengan imajinasi dan kreativitas serta disajikan dengan bahasa literer. Sehingga realita yang telah difiksikan menjadi suatu narasi menarik, logik dan berbobot sastrawi yang tidak hanya bisa dinikmati oleh lingkup Nusantara tapi Masyarakat Global. Dengan demikian, berbagai ragam kultural Bumi Pertiwi dan pengarangnya akan eksis dan berkomunikasi dengan pembaca di setiap jengkal Bumi Tuhan.

Berdasarkan paparan tersebut di atas, pemenang LMCP OBOR AWARD 2 – 2014, tidak bisa diwujudkan seperti yang ada dalam pengumuman, karena tidak memenuhi syarat. Setelah membaca, menelaah dan mempertimbangkan, Dewan Juri LMCP OBOR AWARD 2 – 2014 memutuskan secara final ‘melahirkan’ para pemenang sebagai berikut:

1. Pemenang I – (tidak ada)

2. Pemenang 2 – Cerpen berjudul Rambo Solo’ karya Sulfiza Ariska, Yogyakarta
Hadiah Uang Tunai Rp 2.000.000,-, Piagam + Royalti Penjualan Buku

3. Pemenang 3 – Cerpen berjudul Perempuan Petang Megang karya Bambang Kariyawan Ys, Pekabaru Riau
Hadiah Uang Tunai Rp 1.500.000,-, Piagam + Royalti Penjualan Buku

Kedua cerpen tersebut kami publikasi di FB Komunitas OBOR AWARD dan Situs Yayasan Pustaka Obor Indonesia serta Rayakultura.

6 (Lima) Karya Unggulan, masing-masing mendapat hadiah Piagam, Buku terbitan Pustaka Obor + Royalti Penjualan Buku

1. Cerpen berjudul Sintren dan Cerita Hujan Ketika Bulan Tak Memerah karya Vinny Erika Putri, Cirebon Jawa Barat
2. Cerpen berjudul Penantian Sepanjang Sentani karya M. Nurfahrul Lukmanul Khakim, Malang Jawa Timur
3. Cerpen berjudul Pulang Kampung karya Nurul Najmi, Depok Jawa Barat
4. Cerpen berjudul Perempuan Desa Kapur karya Irine Rakhmawati, Bekasi Jawa Barat
5. Cerpen berjudul Yang Berlari dalam Kemarau karya Budi Saputra, Padang Sumatera Barat
6. Cerpen berjudul Pasar Gang Baroe karya Handry TM, Semarang Jawa Tengah

Catatan:
1. Seluruh pemenang akan dihubungi Panitia LMCP OBOR AWARD 2
2. Karya para pemenang akan dibukukan sebagai antologi melalui proses penyempurnaan isi (revisi) dan editing serta menunggu cerpen karya pemenang LMCP OBOR AWARD 2
3. Jika di antara para pemenang tidak menyetujui prosedur Butir 2, dipersilakan menarik naskahnya
4. Karya para pemenang jika telah dipublikasi dan ada pihak-pihak yang mengklaim sebagai karya plagiat adalah menjadi tanggung jawab pengarangnya secara moral maupun hukum

Jakarta, 10 November 2014
Ketua Pelaksana Lomba,
Naning Pranoto

Comments

comments