PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA MENULIS KISAH BERHIKMAH BMI – TINGKAT INTERNASIONAL

ICLaw Golden Pen Award

Puji syukur tiada terhingga pada Allah SWT dan semua pihak yang pendukung program Lomba Menulis Kisah Berhikmah BMI (Buruh Migran Indonesia) – Tingkat Internasional yang diselenggarakan oleh ICLaw, berhasil dengan gemilang. Peserta yang mengirimkan karya tulis tidak hanya BMI yang sedang bekerja di luar negeri, akan tetapi juga BMI yang telah kembali ke Tanah Air. Kisah berhikmah yang mereka tulis isinya sangat bernas beragam. Selain mengundang haru, menggetarkan jiwa, takjub, mencahaya, komedi dan kisah tentang buah manis kerja keras. Tapi juga persaingan sengit, kecemburuan cinta dan sosial, kerinduan mendalam pada keluarga yang terbentengi jarak jauh serta tragedi hinaan yang merendahkan harga diri dan siksaan yang melukai tubuh.

Sisi psositifnya, substansi tulisan para BMI yang memenangi lomba ini bisa dijadikan guru kehidupan yang mengedukasi menjadi manusia jujur, religius, pemicu etos kerja, menumbuhkan toleransi dan kasih sayang serta memahami apa arti bekerja secara professional untuk keamanan, kenyamanan dan kesejahteraan jiwa dan raga. Tulisan para BMI ini juga sangat bermanfaat sebagai panduan otentik bagi siapa saja yang ingin bekerja di Luar Negeri sebagai BMI Formal (bekerja di perusahaan/lembaga) maupun BMI Nonformal (bekerja di lingkup domestik/rumah-tangga).

Lomba yang dibuka 1 April dan ditutup 1 Juli 2017 ini diikuti oleh peserta BMI Formal maupun BMI Nonformal, berkisah tentang pengalaman kerja mereka di wilayah Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Arab Saudi, Riyadh, Belanda, Dubai, Australia-Amerika dan New Zealand. Jumlah naskah yang masuk diseleksi oleh Dewan Juri menjadi 24 Karya Unggulan. Kemudian dari 25 Karya Unggulan tersebut dipilih tiga pemenang: Pemenang 1, Pemenang 2 dan Pemenang 3. Ke 25 Karya Unggulan akan diterbitkan sebagai buku.

Penilaian karya tulis yang masuk ke meja panitia mengacu pada: (1) Isi dan Bobot Hikmah (Makna) Tulisan; (2) Retorika; (3) Bahasa, Struktur Kalimat, Format Tulisan dan Panjang Tulisan sesuai ketentuan lomba. Sekitar 70% dari peserta lomba, menulis kisahnya lebih dari 10 halaman (maksimal ketentuan). Bahkan ada yang panjangnya hingga 27 halaman. Meskipun demikian, kisah panjang yang isi dan bobotnya berhikmah serta menginspirasi pembaca, oleh Dewan Juri dimasukkan dalam Karya Unggulan. Karya-karya tersebut akan disunting oleh editor dan dimuat menjadi bagian dari isi buku yang diterbitkan. Hal ini kami jelaskan, sebagai informasi kepada peserta lomba dan masyarakat luas – bertujuan untuk menumbuhkan minat menulis dan menyuburkan perkembangan gerakan literasi bagi BMI di mana pun berada. Misi yang mengusung gerakan edukasi berpikir kritis-kreatif dan terapi melalui pena untuk BMI, inilah yang ingin diwujudkan oleh Yeni Fatmawati Fahmi Idris, Managing Partner ICLaw selaku pemrakarsa lomba. Yeni Fatmawati yang berprofesi sebagai lawyer adalah seorang pelukis, pematung dan penyair. Maka ia punya perhatian besar di bidang literasi sastra dan seni rupa.

Berdasarkan paparan tersebut di atas, Dewan Juri yang diketuai Naning Pranoto dengan anggota Adri Darmaji Woko, Didien Pradoto, Shinta Miranda, Yeni Fatmawati dan Yeni Mulati Achmad (Afifa Afra) memutuskan karya tulis yang menjadi pemenang sebagai berikut:

Pemenang 1 – Judul Minoritas Pangkat Tiga karya Erin Cipta, Cilacap Jawa Tengah. Ia pernah bekerja sebagai perawat lansia di Taiwan tahun 2012 – 2015. Ia berhak mendapat Hadiah Uang Tunai Rp 5.000.000,00, Piagam Penghargaan ICLaw Golden Pen Award dan Buku Hasil Lomba.

Pemenang 2 – Judul Habis Gelap Terbitlah Terang Bagi BMI di Negeri Ginseng karya Hasan Sanusi, asal Cirebon – Jawa Barat. Saat ini ia bekerja dan kuliah di UT Korea Selatan, bermukim di Daegu Korea Selatan hingga Oktober 2018, sesuai dengan kontrak kerjanya. Ia berhak mendapat Uang Tunai Rp 3.500.000,00, Piagam Penghargaan ICLaw Golden Pen Award dan Buku Hasil Lomba.

Pemenang 3 – Judul Kisah Tentang Meramu Kepercayaan karya Etik Purwani, Blitar Jawa Timur. Ia pernah bekerja di Singapura dan Hong Kong. Atas kemenangan karyanya ia berhak mendapat Hadiah Uang Tunai Rp 2.500.000,00, Piagam Penghargaan ICLaw Golden Pen Award dan Buku Hasil Lomba.

Karya Tulis yang terpilih sebagai 22 Karya Unggulan, masing-masing mendapat Piagam Penghargaan ICLaw Golden Pen Award dan Buku Hasil Lomba

1.Judul Gonjang-Ganjing Dua Puluh Purnama karya Nila Noviana,dara Blitar. Nama penanya Kaka Clearny. Saat ini ia bekerja dan bermukim di Hong Kong.

2.Judul Denting Nafas Suka-Duka Perjalanan Hidup Bersama Pena karya Wijiati Supari, asal Kediri Jawa Timur. Saat ini ibu dari anak lelaki tunggal itu bekerja dan bermukim di Hong Kong. Hobinya mendaki gunung selain berteater dan menerjuni dunia jurnalistik.

3.Judul Hijrah Meraih Mimpi, Cinta dan Cita-Cita di Tanah Hijaz karya Karyadi, panggilannya Iyad Wirayuda, asal Karawang Jawa Barat. Ia bekerja di Jeddah – Arab Saudi sejak tahun 2009 hingga sekarang belum pernah pulang ke Tanah Air. Aktivitasnya di bidang literasi dan keagamaan.

4.Judul Hidup Rasa Kiwi karya Muhammad Iqbal. Pria yang kini bermukim di Bogor dan menduduki jabatan sebagai Kepala HRD di sebuah perusahaan retail, pernah bekerja di New Zealand sebagai pencuci piring hingga menjadi chef yang ahli membuat muffin, cake dan aneka dessert.

5.Judul Tutup Layar, Buka Layar karya Rina Sutomo alias Rina Tri Sulistyoningrum. Gadis asal Trenggalek Jawa Timur ini, seorang sarjana pendidikan dan pernah mengajar di Sekolah Dasar. Kemudian ia memutuskan ke Hong Kong menjadi BMI hingga sekarang.

6.Judul Mimpi Buruk dari Kebun Strowberi karya Tania Roos. Perempuan asal Malang Jawa Timur ini, kini bekerja di Taiwan sebagai Staf Lokal KDEI Taipei dan ditempatkan sebagai Wakil Kepala Shelter Taichung, sejak Mei 2015 hingga sekarang.

7.Judul Mengejar Asa di Bumi Serambi Mekkah karya Didin Demba. Pria yang kini tinggal di Palu Sulawesi berlatar belakang pendidikan keperatawan pernah bekerja sebagai perawat di Arab Saudi pada tahun 2015 – 2017. Selama di perantauan ia aktif di bidang asah bahasa Arab dan keagamaan.

8.Judul Seni Merawat Manula di Belanda karya Lily, asal Jakarta. Perempuan yang kini memasuki usia 60 tahun dan pernah menduduki jabatan sebagai manager di sebuah perusahaan telekomunikasi Jerman ini, kini menetap di Belanda. Baginya menjadi perawat manula nonformal sebagai wujud berbagi perhatian dan kasih sayang untuk sesama.

9.Judul Saya bangga Menjadi Buruh Migran karya Justto Lasoo yang bernama asli Loso Abdi. Pria asal Karanganyar Jawa Tengah yang gemar membaca ini pernah bekerja di Taiwan dalam kurun waktu 2011 – 2016 dan aktif di bidang literasi.

10.Judul Bukan TKI Biasa karya Max Dikayyat, Bangkalan – Madura. Pria kelahiran tahun’80 ini cukup lama ‘malang-melintang’ sebagai TKI di Negeri Jiran Malaysia. Sekarang sudah kembali ke kampung halaman sebagai pribadi yang tangguh dan mandiri.

11.Judul Serpihan Mozaik Kehidupan di Kapal Pesiar karya Enofita Enji yang bernama asli Nofita Ningsih, Yogyakarta. Perempuan lulusan SMK ini adalah seorang cerpenis yang kemudian bekerja di Kapal Pesiar dengan rute menjelajah berbagai benua.

12.Judul Rumah Biru Cheng Sha Wan karya Anna Ilham yang nama aslinya Titik Ilhamiyah, BMI Hong Kong hingga sekarang. Gadis asal Malang Jawa Timur ini adalah pegiat Forum Lingkar Pena (FLP) Hong Kong.

13.Judul Si Bawang Putih dan Kawah Candradimuka Kehidupan karya Yulianto. Kini ia bekerja dan bermukim di Seoul Korea Selatan.

14.Judul Bias-Bias Kasih Sayang karya Chusnul Chotimah. Perempuan asal Blitar Jawa timur yang hobinya merenda ini, kini bekerja dan bermukim di Hong Kong. Ia menjadi BMI terinspirasi oleh jejak-langkah ibunya yang pernah bekerja di HongKong pada saat Indonesia dilanda krisis moneter.

15.Judul Malaikat Rindu Pesulap Dapur karya Aliq Nurmawati, asal Blitar Jawa Timur. Saat ini ia bekerja dan bermukim di Hong Kong.

16.Judul Lambaian Tangan untuk Bobo karya Hanna Yohana, asal Malang Jawa Timur. Perempuan yang gemar menulis puisi ini, saat ini bekerja dan bermukim di Hong Kong. Di sela-sela menjalankan tugasnya sebagai BMI, ia menerjuni dunia jurnalistik dan bekerja untuk sebuah tabloid Indonesia yang terbit di Hong Kong.

17.Judul Goresan Waktu Negeri Beton karya Yuni Purbo yang nama aslinyaYuni Winarsih, asal Wlingi – Blitar Jawa timur. Ibu dari tiga anak ini, kini bekerja dan menetap di Hong Kong. Di sela-sela kesibukannya bekerja ia isi dengan kegiatan menulis prosa dan puisi.

18.Judul Sumpah Palapa Seorang Gadis Desa karya Susana Nisa yang nama aslinya Susanawati. Saat ini ia bekerja dan bermukim di Hong Kong, aktif menulis dan mengirimkan karya jurnalistiknya ke berbagai media dan stasiun TV di Indonesia.

19.Judul Berserah Bukan Berarti Menyerah karya Maryatun, Hong Kong. Perempuan asal Blitar Jawa Timur ini menjadi BMI ke Hong Kong tahun 2004 dengan bekal ijazah Sekolah Perawat Kesehatan. Dalam tulisannya ia berkisah mengenai pengalamannya merawat seorang nenek penderita kanker.

20.Judul Sepenggal Kisahku: Untai Prestasi dan Bersahabat dengan Kawanan Anjing karya DheaZinta AudySky. Gadis manis asli Ciamis Jawa Barat ini, mulai bekerja di Hong Kong sejak 11 tahun lalu. Hobinya menyanyi dan ia kembangkan untuk meraih prestasi melalui berbagai lomba tarik suara. Postur tubuhnya yang langsing membuatnya mendapat peluang menjadi foto-model. Pekerjaan utamanya merawat 10 ekor anjing bertubuh gagah-besar dan enam ekor kucing cute dan memasak.

21.Judul Sumbu X dan Y: Aku Wonder Woman? Karya Tanti. Nama lengkapmya Dwi Sutanti, asal Lampung Timur. Saat ini ia bekerja di sebuah pabrik di Korea Selatan, menangani reflector lampu LED sambil menekuni studi di UT Korea ambil prodi S-1 Prodi Bahasa Inggris. Sebelumnya ia bekerja di Hong Kong.

22.Judul Pilihan Antara Uang dan Keluarga karya Naning Riwayati, asal Malang Jawa Timur. Saat ini ia bekerja dan bermukim di Hong Kong sejak tahun 2014, merawat anak penderita autis. Baginya, itu merupakan periode kedua, karena tahun 2000 ia pernah beberapa tahun bekerja di negeri bekas jajahan Inggris itu.

•Keputusan dewan Juri adalah final.
•Hadiah dan Piagam akan dikirimkan oleh Panitia dalam kurun hingga Awal September 2017. Hadiah buku akan diserahkan paling lambat awal Desember 2017, karena harus dicetak lebih dahulu.
•Para Pemenang Utama dan Pemenang Karya Unggulan harap mengirimkan selembar foto pose menarik untuk dimuat di buku dan alamat jelas disertai Nomor Telepon/HP/WA yang mudah dihubungi, kirimkan melalui e-mail: rayakultura@gmail.com

Selamat untuk para penulis yang karyanya terpilih sebagai pemenang utama maupun unggulan.Mari, kita terus menulis untuk pencerahan dan prestasi!

Jakarta, 30 Juli 2017
Salam Pena,

Yeni Fatmawati
Pemrakarsa

Naning Pranoto
Ketua Pelaksana Lomba

Comments

comments