BooksReview

Resensi Novel Mei Merah 1998 : Kala Arwah Berkisah karya Naning Pranoto

Peresensi : Dela Syahma


Apa yang kalian pikirkan pertama kali setelah melihat judul dan cover buku ini?
Horor dan juga menarik. Itu kira-kira dua kata yang ada dipikiran saya ketika melihat buku ini untuk pertama kali. Blurb buku ini pun sangat menarik dan membuatku merinding ketika membacanya.
itulah hal yang membuat saya yakin untuk membaca buku ini.

Buku ini menceritakan tentang seorang perempuan bernama Humaira, yang merupakan gadis desa yang ingin mencoba peruntungan nasibnya dengan bekerja di Ibu Kota Jakarta yang ternyata diberikan jalan yang baik melalui sahabatnya yang sudah lebih dulu bekerja di Jakarta. Saat itu tahun 1998, tahun yang nahas bagi Humaira dan teman-teman perempuannya yang lain. Tempat dia bekerja diserang segerombolan orang yang mengamuk dan menjarah barang-barang tempat dia bekerja. Humaira merupakan salah satu dari beberapa temannya yang diperkosa. Luk-Luk anak yang lahir dari hasil pemerkosaan itu tumbuh menjadi anak yang baik dan pintar, tapi, ketika dia mengetahui jatidirinya, hatinya hancur, dan dia pergi dari rumahnya, mencari Humaira;Ibu kandungnya.

Menurutku buku ini cukup adil menceritakan bagian masalalu tokoh dan menghasilkan emosional yang rumit di masa depan. Terutama tentang bagaimana tokoh Luk-Luk menerima masalalunya sebagai anak hasil perkosaan. Saya sebagai pembaca dibuat merinding dan juga takut karena cerita dalam buku ini.

Walaupun, ada bagian yang bisa dibilang agak aneh, aneh karena cara bercerita penulis yang cukup nyeleneh, dan gaya bahasa yang bikin saya malas lanjut baca di awal-awal, entah tujuannya apa, entah membuat karakter hantu itu tidak menjadi seram atau ingin mencairkan suasana cerita yang dirasa cukup kelam. Tapi menurutku itu tidak berhasil dan malah membuat POV tokoh hantu tsb terasa aneh dan agak menyebalkan untuk dibaca. Dan itu hal mengganggu buat saya.

BACA :   HERStory, Perjalanan Sejarah Payudara

Tapi, setelah saya mulai berusaha masuk kedalam cerita, dan saya mulai menemukan POV-POV lain yang lebih menarik, saya seakan menemukan feel ceritanya sendiri dan membuat saya ingin membaca buku ini hingga selesai. Semua tokoh bahkan terasa penting dalam buku.

Saya cukup suka cerita dalam buku ini, walaupun tidak sesuai dengan ekspetasi saya ketika pertama kali melihat judul,cover dan blurb buku ini. Tapi buku ini cukup kelam dan mampu membangun kengerian dihati para pembaca.

Comments

comments

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Back to top button
Close
Klinik Menulis Untuk Terapi - Naning Pranoto
Pioneer Creative Writing By Zoom