Sekilas: ACADEMIC WRITING:Proses dan Permasalahannya

(Bagian 1)

Oleh Naning Pranoto

Academic Writing adalah suatu kegiatan atau aktivitas menulis untuk keperluan (menyelesaian) suatu tugas belajar/studi di lembaga pendidikan di mana si penulisnya sedang menempuh pendidikannya. Lembaga pendidikan ini bisa di tingkat SD, SLTP, SLTA, Perguruan Tinggi maupun Lembaga Pendidikan Ketrampilan/LPK (kursus-kursus). Bentuk tulisan academic writing (AW) antara lain paper (esei panjang), paper-works (makalah atau laporan yang perlu dipresentasikan), minithesis (skripsi pendek untuk meraih gelar S-1 atau tingkat diploma), thesis (skripsi panjang untuk meraih gelar di atas S-1). Baik paper, paper-works, minithesis dan thesis, mempunyai metode penulisan yang sama.

Academic Writing vs Creative Writing

Tahun lalu (2004) saya menulis buku Creative Writing dan diterbitkan oleh Prima Pustaka (Gramedia Grup). Buku ini beredar pada bulan Februari dan cukup mendapat sambutan dengan banyaknya e-mail yang ditujukan kepada saya. Sampai dengan Desember 2004, jumlah e-mail yang masuk sekitar 1000-an. Dari jumlah e-mail yang masuk tersebut, pada umumnya menanyakan: apa perbedaannya antara Academic Writing (AW) dan Creative Writing (CW). Jawabannya sebagai berikut:

Academic Writing                                                           Creative Writing
-Non fiksi                                                                             – Fiksi
-Berdasarkan fakta                                                          – Berdasarkan imanijasi
(murni fakta)                                                                      (bisa juga ditambah dengan fakta)
-Untuk keperluan akademis                                       – Untuk keperluan sastra atau pop/hiburan (orientasi pasar)
– Didukung penelitian (untuk peroleh data)         – Bisa didukung atau tidak didukung penelitian
-Didukung referensi/kepustakaan                          – Bisa didukung atau tidak didukung referensi/kepustakaan
-Ditulis dengan bahasa formal/akademis            – Ditulis dengan bahasa sastra atau pop/mudah dimengerti oleh               masyarakat

-Menggunakan istilah akademis                          – Bisa menggunakan istilah akademis,
(dilengkapi dengan catatan kaki)                           bisa juga tidak (tergantung temanya)
-Dilengkapi daftar referensi/kepustakaan            – Tidak dilengkapi daftar referensi
– Menggunakan appendix (lampiran)                    – Tidak berappendix
(sesuai keperluan)
– Menggunakan index                                             – Tidak perlu menggunakan index
– Cover/sampul  tidak dirancang berilustrasi          – Cover/sampul dirancang berilustrasi
-Proses menulis: judul ditentukan dulu                  – Proses menulis: judul bebas (boleh
karena merupakan acuan isi tulisan                        ditentukan dulu, boleh tidak (judul
tidak mengikat isi tulisan)
– Proses penulisan perlu pembimbing                     – Proses penulisan tidak perlu pem-
(agar tidak menyimpang dari topik/isi                    bimbing/penulis bebas berkreasi
yang telah ditentukan sesuai dengan judul
dan obyek penelitiannya)
–  Hasil tulisan: untuk disidangkan/ujian                – Hasil tulisan tidak untuk disidang-
kan/ujian

Berdasarkan paparan tersebut, jelaslah apa yang dimaksud dengan AC dan CW. Dalam tulisan ini yang akan dibahas adalah AC.

Tahapan yang perlu dilakukan

Yang perlu dilakukan sebelum mengerjakan AC adalah:

1. Mencari, mengidentifikasi dan memilih topik yang akan ditulis sesuai dengan yang disukai/dikehendaki penulis (hindari pemaksaan topik oleh pihak lain) dan diselaraskan dengan kepentingan akademis
2. Setelah topik ditemukan perlu diuji: apakah topik ini datanya mudah diperoleh? Data bersumber dari penelitian (wawancara), observasi dan literature/kepustakaan (mencari pendukung referensi dari perpustakaan). Bila Anda serius mengerjakan tugas menulis, tentunya tidak ada yang sulit (memang harus berusaha kera)
3. Mendata material (bahan-bahan yang akan diteliti dan kemudian ditulis) dan nara sumber
4. Persiapan mengumpulkan data untuk material penulisan berdasarkan topik yang telah ditentukan dan kerangka kasar analis topik yang telah dipilih
5. Menghubungi/menentukan pembimbing dan mendata narasumber serta daftar referensi
6. Menentukan kerangka awal AC berdasarkan hasil diskusi dengan pembimbing, untuk memudahkan pengumpulan data (termasuk interview narasumber – jika diperlukan)
7. Menyusun strategi penulisan (akan dipaparkan kemudian secara detail)

Tahapan-tahapan tersebut diperlukan untuk semua jenis AC, kecuali Butir 5. Bila Anda hanya menulis paper atau paper-works kiranya tidak perlu pembimbing, melainkan cukup semacam penasihat atau guru/dosen yang memberi tugas penulisan tersebut.

Menentukan Topik

Perlu perhati-hati, teliti dan dipikirkan masa-masak dalam menentukan topik yang akan Anda tulis. Sebab, topik ini merupakan obyek (jiwa) tulisan Anda yang nantikan akan menghidupkan suatu argumentasi untuk memperoleh suatu kesimpulan yang menghasilkan karya tulis ilmiah yang diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas (atau paling tidak untuk lingkungan sendiri).

Untuk menentukan topik, pertama-tama yang harus dilakukan adalah membuat daftar (listing) topik yang akan Anda tulis. Misalnya, masalah lingkungan hidup. Kalau kita bicara masalah lingkungan hidup, tentu saja lingkupnya sangat luas. Oleh karena itu, harus dibatasi — sudut atau segi mana yang akan Anda jadikan obyek? Perhatikan skema berikut ini:

1. Bicara lingkungan à ada hutan, ada perumahan/pemukiman, ada persawahan dan ladang dan polusi. Nah, mana yang akan Anda tulis?
2. Misalnya, Anda memilih ‘polusi’. Topik ini harus dipertajam: polusi apa? Polusi udara atau polusi laut?
3. Misalnya Anda memilih polusi laut à ini juga harus dipertajam. Polusi akibat apa? Karena yang mencemari laut cukup banyak, antara lain tumpuhan minyak, limbah industri, limbah pertambangan atau dalam kelas ringan polusi yang disebabkan oleh pembuangan sampah warga. Ini, harus detail.
4. Katakanlah Anda memilih topik polusi laut yang disebabkan oleh industri tambang. Maka, Anda perlu menentukan: apa dampak dari polusi tersebut? Dampak terhadap kehidupan ikan di laut atau manusia yang tinggal di sekitar laut (pantai) tersebut? Atau, kedua-duanya
5. Dari paparan Butir 1-4, maka dapat digambarkan skema seperti berikut ini.

Topik umum à Masalah Lingkungan
Fokus à Polusi Laut
Topik khusus/spesifik à Polusi Laut yang disebabkan oleh Limbah Pertambangan dan Dampaknya
Fokus penelitian à dampak polusi terhadap ikan dan penduduk yang bermukim di sekitar laut yang terpolusi limbah pertambangan

Mengolah Topik

Topik telah ditentukan yaitu mengenai polusi laut yang disebabkan oleh limbah pertambangan dan dampaknya bagi kehidupan ikan dan penduduk yang bermukim di sekitarnya. Untuk memperoleh bahan/material tulisan Anda sebaik dan seakurat mungkin maka harus:

1. Tahu tentang apa itu polusi, khususnya polusi laut (Anda membaca buku-buku mengenai polusi laut dan dampaknya ditambah wawancara berbagai narasumber)
2. Tahu sumber (pertambangan) yang mencemari laut (pertambangan apa, limbahnya mengandung apa saja, khsususnya yang membahayakan/mengancam keselamatan kelangsungan hidup makluk yang terkena polusi tersebut yaitu: ikan, manusia serta tumbuhan sekitarnya
3. Mempunyai data (akurat) laut yang tercemari (sebut nama lokasi dan kalau perlu difoto), pertambangan yang mencemari laut (sebut nama lokasi, nama perusahaan pertambangan etrsebut dan kalau perlu difoto) dan dampak polusi tersebut siapa saja yang menjadi korbannya)
4. Kapan terjadinya (proses) polusi tersebut dan telah berapa lama membahayakan? Dari sini dapat ditarik kesimpulan à karya tulis Anda

Berdasarkan Butir 1-4 Anda dapat bertindak seperti wartawan menggunakan rumus 5W + H = What – Who – When – Where – Why dan How à solving the problem (mengatasi masalah)

(Bersambung Bagian II)

Comments

comments

Tags: