Sekilas:ACADEMIC WRITING (3)

Oleh Naning Pranoto

Dalam tulisan yang terdahulu (Bagian 2) telah dipaparkan mengenai strategi proses penulisan AC dan sebagian dari pembedahan Batang Tubuh AC. Berikut ini, kelanjutannya.

Lanjutan Bedah Batang Tubuh AC

Thesis Paragraph (Paragraf Thesis)

Bagian ini disebut pula sebagai body yang berperan untuk memaparkan topik yang akan dibahas. Paparan ini didukung dengan fakta-fakta yang memperkuat mengapa si penulis menyajikan topik yang dipilihnya itu. Dalam contoh (lihat di Bagian 2) disajikan topik mengenai polusi laut yang disebabkan oleh limbah pertambangan dan dampaknya.

Bila topik tersebut disajikan dalam bentuk paper atau paper-works maka body (yang berisi paparan topik – mengapa disajikan topik tersebut dan apa pula tujuannya) tidak perlu dipecah menjadi bab demi bab (beberapa bab). Cukup dibuat point-point yang jelas dan terinci. Tetapi bila ditulis dalam bentuk minithesis atau thesis, maka body perlu dipecah menjadi beberapa bab, sesuai dengan keperluannya. Misalnya dipecah menjadi 6 (enam) bab.

Bab I – Pengertian Polusi secara umum, kemudian difokuskan kepada Polusi Laut berikut contoh-contohnya
Bab II – Wilayah yang menjadi obyek topik (wilayah/laut yang terkena polusi). Jelaskan di mana letaknya, lengkapi dengan peta, juga data populasinya. Bila perlu lampiri dengan foto lokasi.
Bab III – Penyebab Polusi à Perusahaan Pertambangan yang membuang limbah sembarangan. Sajikan data aktivitas perusahaan pertambangan ini dan berapa banyak mereka membuang limbah per harinya, per bulan, per tahun. Zat yang saja yang terkandung dalam limbah yang membahayakan kelangsungan hidup makluk yang tinggal di lokasi ini.
Bab IV – Perbandingan kasus serupa dengan obyek yang Anda teliti dengan kasus di tempat lain (di mancanegara atau local). Dukung dengan fakta yang akurat
Bab V – Dampak dari polusi tersebut. Juga, harus didukung fakta, misalnya ada warga yang mati karena keracunan ikan, tubuhnya alergi, atau bayi yang tidak bisa tumbuh normal dll. Jangan lupa didukung data jumlah korban yang meninggal maupun dalam kondisi sakit atau tidak sehat. à Buat tabulasi dan grafik
Bab VI – Tanggapan para pakar mengenai kasus polusi tersebut, juga tanggapan warga dalam menghadapi polusi (hasil wawancara dan questioner). Paparan ini didukung dengan nama-nama narasumber dan responden lainnya yang diwawancarai.

Discussion (Pembahasan/Analisis)

Bagian ini merupakan inti dari AC yang ketika penulis menghadapi sidang/ujian, haruslah mampu mempertanggung-jawabkannya dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan para penguji. Bila AC ditulis ditulis dalam bentuk paper-works yang dipresentasikan dalam seminar, maka penulisnya harus mampu menjawab pertanyaan yang dilemparkan oleh floor/peserta seminar. Bila AC ditulis dalam bentuk paper yang dipresentasikan di depan kelas, maka si penulisnya harus mampu menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh teman-teman sekelas (class-mate) dan gurunya atau tutornya (pemberi tugas paper tersebut). Oleh karena itu, siapa pun penulis AC ini harus berhati-hati dalam menganalisis agar mampu mempertanggung-jawabkan analisisnya. Sikap hati-hati yang dimaksud adalah:

1. Menganalisis dengan benar (dilakukan dengan metode yang telah ditentukan/disetujui pembimbingnya)
2. Fakta yang dianalisis akurat dan dilakukan oleh penulisnya (bukan oleh orang lain – karena bila dilakukan oleh orang lain akan ketahuan pada saat mempertanggung-jawabkan AC-nya di depan penguji/publik)
3. Lakukan analisis elemen demi elemen (bagian demi bagian) untuk memperoleh hasil yang akurat
4. Lengkapi dengan catatan kaki apabila ada hal-hal yang perlu dijelaskan secara detail. Bila penjelasan harus rinci dan memerlukan ruang khusus, data dapat dijadikan lampiran/appendix
5. Apabila Anda mengutip mendapat (hasil penelitian) orang lain, harus menyebutkan sumber kutipan secara lengkap. Bila tidak, Anda telah melanggar etika akademis atau layak disebut sebagai plagiator dan ini merupakan tindak kriminal karena mencuri karya orang lain
6. Lakukan proses analisis dengan waktu yang leluasa (tidak tergesa-gesa karena dikejar dead-line)
7. Tulis analisis Anda dengan jelas, rinci dan bahasa akademis (bila memang perlu menggunakan istilah-istilah khusus lakukan itu dan gunakan kamus agar tidak salah tulis)
8. Hasil analisis harus benar-benar dimatangkan (didiskusikan dengan pembimbing Anda berkali-kali) dan Anda sebagai penulisnya harus benar-benar menguasainya baik dalam bentuk AC maupun ketika berhadapan dengan penguji.

Conclussion (Kesimpulan)

Bagian ini merupakan akhir dari kaerya tulis Anda yang kadang disebut sebagai summary dari inti apa yang telah Anda tulis (dipaparkan dan kemudian dianalisis). Babak akhir adalah solusi atau saran untuk mengatasi masalah yang ada dengan tindak lanjut yang konkrit maupun alternatif. Biasanya, memang tidak bisa ditemukan tindakan yang pasti. Oleh karena itu diperlukan masukan dan saran dari pihak-pihak lain untuk menindaklanjuti. Yang penting, dalam kesimpulan ini dapat ditemukan jawaban dari topik/obyek yang dipermasalahkan. Jangan takut atau ragu-ragu dalam membuat kesimpulan, sekalipun nantinya mengundang polemik atau kontroversi. Justru karya AC yang baik dan berbobot, biasanya yang mengundang polemik bukan?

Koreksi Bahasa dan Daftar Pustaka

Karya AC ditulis dengan bahasa yang sesuai dengan syarat/kriteria yang ditentukan oleh lembaga pendidikan di mana si penulis menempuh pendidikannya. Misalnya, Anda yang menempuh pendidikan di Australia atau di Amerika, tentu saja karya AC yang Anda tulis haruslah menggunakan bahasa Inggris. Tetapi bila Anda studi di dalam negeri (di Indonesia) barangkali karya AC Anda cukup ditulis dengan bahasa Indonesia. Apa pun bahasa yang dipergunakan untuk menulis AC punya ketentuan yang sama, yaitu ditulis dengan bahasa formal – bahasa akademis (Indonesian Academic atau English Academic).

Bahasa akademis bukanlah bahasa sastra, juga bukan bahasa jurnalistik apalagi (bukan) bahasa prokem dan pergaulan. Untuk di Indonesia, bahasa akademis mengacu pada bahasa Indonesia standar sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Maka dari itu, sebelum menulis AC, perlu sekali mempelajari bahasa Indonesia standar akademi agar tidak salah dalam memilih kata serta penggunaannya. Misalnya, dalam AC tidak diperolehkan menyebut ‘saya’ melainkan ‘penulis’ (yang mengerjakan AC). Dalam menulis kesimpulan juga tidak diperbolehkan menggunakan kata ‘mungkin’, ‘barangkali’, ‘kira-kira’ yang sifatnya meragukan. Melainkan harus pasti. Demikian pula dalam penyajian data tidak boleh menyebut ‘banyak’ atau ‘sedikit’ melainkan harus didukung dengan fakta berupa angka, prosentase (%), grafik, tabulasi, pie dan sejanisnya. Maka ketrampilan membuat grafik perlu dikuasai.

Buat lampiran, jika memang diperlukan. Lampiran ini berguna untuk mendukung data yang Anda pergunakan untuk mengukuhkan kebenaran fakta yang Anda sajikan sebagai obyek penelitian berdasarkan topik yang Anda pilih. Index juga perlu dibuat bila diperlukan. Untuk menyusun indek cukup rumit (perlu paparan khusus). Untuk memudahkan, lihat saja contoh index dalam thesis-thesis yang telah dibukukan. Index ini berguna untuk memudahkan pencarian data yang ada dalam AC yang disajikan: nama orang orang, nama tempat, nama kasus dll.

Daftar Pustaka juga tidak boleh diabaikan. Tulis semua daftar buku yang Anda pergunakan sebagai referensi. Sebagai contoh, artikel yang sedang Anda baca ini antara lain menggunakan sumber buku-buku yang saya susun dalam daftar pustaka berikut ini (ditulis berdasarkan urut abjad):

Garry Provost, 1985. 100 Ways to Improve Your Writing. London: Penguin
Gordimer, Nadine, 2004. Writing and Being (Terjemahan). Yogakarya: Jalasutra
McClain, Molly, 1999. Writing Great Essays. New York: McGraw-Hill
Oshima, Alice, 1998. Writing Academic English.-, Third Edition. New York: Longman
Materi kuliah (Handout) Academic Writing di University of Western Sydney

(Selesai — selamat berkarya)

Comments

comments

Tags: