Sekilas:ACADEMIC WRITING(2)

Proses dan Permasalahannya

Oleh Naning Pranoto

Mari kita lanjutkan pembahasan tentang Academic Writing: Proses dan Permasalahannya. Pada tulisan sebelumnya telah dibahas mengenai pembahasan perbedaan antara Academic Writing (AC) dan Creative Writing (CW), tahapan-tahapan yang perlu dilakukan untuk persiapan pelaksanaan AC, menentukan dan mengolah topik. Langkah selanjutnya, berikut ini paparkannya.

Perlukah ‘Brainstorming’?

Dalam Ilmu Politik brainstorming diartikan sebagai aktivitas indoktrinasi (berkonotasi negatif). Dalam proses AC brainstorming merupakan pertemuan untuk membahas suatu ide dan mencari langkah-langkah pengembangannya untuk merealisasi idea tersebut. Yang dimaksud dengan ide di sini adalah topik yang akan ditulis. Maka dapat disimpulkan, kalau Anda mau menulis suatu AC perlu kiranya melakukan brainstorming agar menghasilkan tulisan yang berbobot. Mungkin kadar intensitas brainstorming akan berbeda bila Anda menulis paper atau paperworks dibandingkan dengan pada saat Anda harus menulis minithesis atau thesis. AC untuk tingkat siswa-siswi SLTP/SLTA tentu saja bobotnya tidak sama dengan mahasiswa-mahasiswa S-1 atau tingkat doktoral. Meskipun demikian, tingkat kesulitannya sama, untuk masing-masing tingkat atau level.

Kesulitan yang dihadapi para pemula untuk melakukan AC (berdasarkan penelitian) ada dua hal yaitu teknis persiapan dan teknis proses penulisan. Dalam teknis persiapan yang dianggap sulit pada saat menentukan topik (obyek yang akan ditulis). Sedangkan dalam teknis proses penulisan pada umumnya (para pemula) merasa bingung memulai proses menulis (dari mana ya memulainya?).

Untuk mengatasi kesulitan teknis persiapan dapat diatasi dengan cara melakukan brainstorming secara intensif dengan teman-teman/grup dan pihak pembimbing. Sedangkan untuk mengatasi kesulitan dalam menghadapi proses penulisan perlu melakukan: (a) Memperkaya/penguasaan kosa kata yang bersifat akademis; (b) Membaca karya tulis/AC pihak-pihak yang Anda anggap punya bobot dan ciri khas serta bernilai akademis tinggi (kalau Anda tidak tahu bisa ditanyakan pada pihak pembimbing). Dari proses membaca ini Anda akan tahu bagaimana cara mereka menulis, termasuk gaya penulisan, bahasa, tahapan analisis dan dalam mempresentasikan hasil akhir/kesimpulan karya mereka; (d) Memulai menulis sebagai latihan/percobaan (draft) baru kemudian disempurnakan sebagai tulisan yang sebenarnya; (e) Siap untuk merevisi apa yang telah Anda tulis (jangan putus asa atau sedih, bila awal karya tulis Anda sudah ditolak oleh pembimbing Anda)

Batang Tubuh Tulisan

Secara gambaran kasar, baik paper, paper-woks, minithesis dan thesis mempunyai batang tubuh yang sama, yaitu terdiri dari:

I. Introduction (Pengantar)
II. Thesis Paragraph (Paragraf Thesis – jenis AC Anda apa?, bagian ini juga dfisebut sebagai body – atau paparan topik yang dibahas)
III. Discussion (Pembahasan/Analisis)
IV. Conclusion (Kesimpulan)

Batang tubuh tulisan merupakan pattern atau pola untuk menentukan bentuk tulisan dan arah pembahasan topik yang ditulis. Oleh karena itu, sebelum memulai menulis perlu dipikirkan masak-masak mengenai pola yang akan Anda pergunakan sebagai patokan menulis. Paparan di atas adalah merupakan pola dasar (dalam kegiatan memasak merupakan bumbu inti) proses AC. Dengan demikian, pola itu bisa disesuaikan dengan keperluannya. Misalnya, untuk menulis paper atau paper-works tentu saja tidak memerlukan introduction (pengantar) sepanjang bila Anda menulis minithesis atau thesis. Demikian juga, dalam menulis paper dan paper-works tidak perlu memecah body (thesis paragraph) menjadi dalam beberapa bab. Tetapi, menulis minithesis dan thesis, harus memecah body menjadi beberapa bab sesuai dengan keperluan (panjang-pendeknya) paparan topik yang yang dibahas. Demikian pula, dalam bagian discussion (pembahasan/analisis) untuk paper dan paper-works tidak perlu sejlimet saat Anda menulis minithesis atau thesis. Tetapi dalam hal penulisan conclusion (kesimpulan) untuk semua bentuk AC haruslah jelas, akurat dan solusi/penawaran solusi.

Strategi Proses Penulisan

Untuk memperoleh tulisan yang baik perlu persiapan dan strategi yang optimal. Persiapan yang perlu dilakukan adalah:

1. Menyediakan sarana untuk mencari bahan penulisan/material dan proses menulis yang optimal. Yaitu antara lain: notes/buku tulis untuk mencatat data, membuat daftar pertanyaan/questioner untuk narasumber, pensil/ballpoint/spidol untuk alat menulis manual, mesin tulis/komputer untuk menulis permanen dan tempat yang memadai menulis.
2. Saat melakukan penelitian, khususnya pada saat interview sebaiknya tidak hanya dicatat secara manual, akan tetapi perlu juga direkam secara audio (tape recorder) dan bila memungkinkan dengan visual pula (cam-recorder) dan jawaban melalui questioner yang diedarkan.
3. Kumpulkan semua pendukung untuk proses menulis, yaitu selain material (hasil penelitian) juga buku-buku referensi, kamus (disesuaikan dengan keperluan), hasil penelitian (lihat Butir 2)
4. Buat kerangka penulisan yang matang (lihat Batang Tubuh Tulisan) – sesuai dengan yang telah disetujui oleh pembimbing. Sebab, tanpa persetujuan pembimbing, biasanya akan mengalami banyak perubahan dan ini membuat frustasi.Maka, hindari melangkahi pembimbing, agar proses penulisan lancar.
5. Bila ragu-ragu, tulis dulu dalam bentuk draft baru ditulis dengan mesin tulis/komputer
6. Sebagai acuan, tidak ada salahnya menyediakan buku ‘Bimbingan Menulis Esei atau Skripsi’ yang Anda anggap baik sebagai bantuan pedoman proses menulis AC. Buku ini sebaiknya Anda bicarakan dan ditunjukkan (disetujui) oleh pembimbing. Sebab, tanpa sepengathuan pembimbing, apa yang kita lakukan biasanya dianggap salah (melanggar aturannya)
7. Tentukan jadwal menulis dan taati jadwal tersebut dengan disiplin agar proses penulisan tidak tertunda-tunda.
8. Perlihatkan tulisan Anda sedikit demi sedikit kepada pembimbing Anda. Ini untuk memudahkan proses koreksian. Biasanya, pembimbing akan memberi jadwal pertemuan untuk Anda.
9. Jangan putus asa, kecewa atau frustasi bila pembimbing Anda menganggap tulisan Anda belum memenuhi syarat/optimal. Ikuti aja dengan tekun dan sabar apa yang mereka sarankan untuk kebaikan tulisan Anda.
10. Hindari membuka front perdebatan dengan pembimbing. Apabila Anda punya pandangan/pemikiran berbeda dengan pembimbing Anda, cobalah dibicarakan secara musyawarah dengan gaya brainstorming (kemukakan alasan –alasan Anda secara ilmiah dan didukung data/fakta). Karena, ini bukan arena debat. Sikap ini akan membuat Anda bebas dari hambatan proses penulisan.

Membedah Batang Tubuh AC

Untuk mempermudah proses penulisan, lebih dahulu perlu memahami makna dari bagian batang-tubuh AC. Masing-masing bagian mempunyai makna dan fungsi yang berbeda sebagai wahana untuk menyampaikan percik-percik pemikiran yang dipaparkan dalam AC. Berikut ini pembedahan batang tubuh AC.

Introduction

Introduction adalah Pengantar atau Kata Pengantar. Sesuai dengan namanya ‘Pengantar’ – bagian ini memang sifatnya mengantar pembaca agar tahu apa yang akan disajikan oleh AC yang Anda tulis. Dalam ‘Pengantar’ ini perlu dijelaskan secara umum, mengapa Anda (kita) menulis topik (dalam contoh tulisan yang lalu Bagian I) “Polusi Laut yang disebabkan oleh Limbah Pertambangan dan Dampaknya”. Dalam pengantar ini telah diungkap/disingkap sedikit tujuan penulisan topik, membahas masalah yang ada (dampak dari polusi tersebut) dan metode penelitiannya untuk mencari fakta dan diharapkan akan memperoleh solusinya. Sehingga dampak polusi tersebut dapat diatasi dan tidak makan banyak korban. Dari pengantar ini disimpulkan, Anda kemukakan:

1. Alasan memilih topik
2. Penjelasan alasan secara umum (polusi laut dan dampaknya terhadap makluk yang hidup di sekitarnya (makluk ini hewan/ikan, manusia dan tumbuh-tumbuhan)
3. Pernyataan/tujuan penulisan
4. Harapan untuk mencari solusi

(Bersambung – Bagian III)

Comments

comments

Tags: