SEKUNTUM RUH DALAM MERAH: Setiap Orang Punya Rahasia

Sekuntum Ruh dalam Merah Rayakultura.netSalah satu kesulitan penulisan fiksi di mana semua tokoh diceritakan dengan kata ganti pertama, AKU, adalah penggambaran setiap karakter secara jelas sehingga pembaca dapat langsung membedakan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya. Naning Pranoto adalah salah satu penulis yang mampu melakukannya dengan baik di dalam bukunya, Sekuntum Ruh dalam Merah.

Dikisahkan, Anne Mary adalah seorang gadis yang tampaknya memiliki segalanya. Dia sangat cantik dan berasal dari keluarga terpandang. Namun karena terlalu dimanja, Anne Mary tumbuh menjadi seorang yang sangat egois, tidak bisa menerima kehadiran orang lain yang dianggapnya tidak sederajat dengan dirinya.

Di sisi lain, ada seorang gadis Jawa bernama Asri Asih, yang sangat bersahaja. Dia dibawa ke Australia oleh Diana Barnes, seorang pakar kebudayaan Jawa yang pernah tinggal bersama keluarga Asri ketika gadis itu masih kanak-kanak, dan menitipkan gadis sederhana itu di rumah Anne Mary. Sementara orang lain menerima kehadiran Asri Asih dengan gembira, tidak demikian halnya dengan Anne Mary. Dia merasa kesal karena di tengah-tengah kesederhanaannya, Asri justru memikat hati semua orang.

Tokoh ketiga adalah Ruh, atau roh yang semula berdiam di dalam tubuh Anne Mary, tapi karena tidak tahan dengan karakter dan gaya hidup gadis itu sehingga Ruh sering meninggalkan tubuh Anne Mary dalam kekosongan, dan akibatnya sungguh memiriskan hati. Perilaku Anne Mary menjadi tidak terkendali.

Tokoh lainnya adalah ayah Anne Mary, Dermot Quinn, seorang pengusaha anggur yang sangat sukses, namun sesungguhnya ia mengidap Oedipus Complex, mencintai ibu kandungnya sendiri, Breda Gallagher, yang dengan tangan dinginnya berhasil membangun bisnis keluarga yang sudah bangkrut.

Kekuatan Sekuntum Ruh dalam Merah selain tokoh-tokoh yang menarik, adalah berbagai pengetahuan yang diselipkan penulis yang memperkaya novel ini. Beberapa hal tentang minuman keras atau bermacam mitos dari beberapa suku bangsa bukan hanya sekedar tempelan belaka, namun berkaitan dengan kisah hidup para tokohnya.

Hanya ada sedikit kekurangan dalam buku ini, yaitu perpindahan yang kurang mulus dari karakter Anne Mary kepada karakter Asri Asih di akhir bab 5 dan awal bab 6. Pada paragraf awal bab 6, tokoh AKU yang seharusnya adalah Asri Asih, membawa karakter Anne Mary yang malas berpikir dan selalu memandang rendah orang lain, dan sifat asli Asri Asih muncul kembali pada paragraf ketiga. Selain itu, ada sedikit ketidaktelitian dalam penyebutan nama tokoh pembantu, yaitu pengasuh Moti, bayi Anne Mary, di halaman 255 adalah Elizabeth Wilson, sedangkan di halaman 295 dan 345 adalah Amanda Wilson.

Terlepas dari kekurangan kecil tersebut, Sekuntum Ruh dalam Merah adalah salah satu novel yang sangat sayang untuk dilewatkan oleh para penikmat buku. Dialog batin tokoh AKU yang berbeda-beda di setiap bab membawa pembaca menyelami berbagai sisi kehidupan, termasuk sisi kelam para tokohnya.

Comments

comments

Tags: