Puisi

SISI ROMANTIS CORONA

Puisi Naning Pranoto

Tidak. Aku sama sekali tak memujanya
Tapi aku harus kritis dalam menyikapinya
Bahwa kehadirannya ada nilai positifnya
Karena mendidik setiap orang waspada:
Menjaga kesehatannya
Mempererat tali keluarga
Menjadikan rumah sebagai istana
Juga tempat beribadah bersama
‘Tuk kemuliaan para pendamba surga

Corona, menyeramkan wajahnya
Mematikan manusia polah-tingkahnya
Anehnya bukan dengan senjata ‘tuk menumpasnya:
Cukup kita taat tinggal di rumah saja
Mau rebahan dan bermanja mana suka
Bagi pelajar lakukan belajar via online tugasnya
Karyawan terapkan work from home istilahnya
Makanan bisa dipesan pada Bang Ojol tercinta
Corona mengajarkan kelembutan pada sesama

Sepi. Di mana-mana sepi karena akses dikunci
Agar Corona tak menyerbu, rakyat diproteksi
Di balik itu berlahiran istilah baru yang perlu dipahami:
Covid-19, APD, OPD, PDP, SD, PD ayo dicermati
Agar tak salah paham menyulut kontroversi
Sebarkan hoaks dan bernyinyir di sana-sini
Padahal Corona menyelipkan pesan mewangi
Agar manusia saling berempati dan berbagi
Karena siapa saja bisa kena wabah pandemi

Corona dipandang baik hati bagi pencari panggung dan untung
Kesempatan emas untuk unjuk adigung
Berlagak pahlawan di podium mengaung
Menjatuhkan lawan dengan fitnah penthung
Riuh tepuk tangan beracun para pendukung
Berharap menang dan mendapat gelar Bung
Tapi sejatinya kekuasaan itu amanah, bukan pulung
Maka penimbun masker dan APD pahalanya akan buntung

Corona itu romantis, ciptakan kerinduan dengan jarak
Jinakkan nafsu manusia mengapi mblarak
Bumi yang lelah jadi bisa tersenyum karena manusia tak liar berarak
Segala bentuk polusi tak memberak berantak
Deru mesin algojo hutan tropis cuti bergerak
Awan putih pun menari di langit biru memperak
Ada pesan-Nya tersirat: berhentilah manusia serakah yang menjarah Bumi sambil bersorak!

BACA :   OH CORONA, KAU JANGAN BEGITU?

Bogor. 03.4.2020.

Comments

comments

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Back to top button
Close
Pioneer Creative Writing By Zoom
Inspirasi Nulis Puisi dan Prosa